Polisi Selidiki Kasus Kredit Fiktif di BNI Madiun Rp 1,4 Miliar - Kompas.com

Polisi Selidiki Kasus Kredit Fiktif di BNI Madiun Rp 1,4 Miliar

Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Kompas.com - 13/10/2017, 08:46 WIB
SURAT PERNYATAAN --Kepala Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sugeng Wibowo menunjukan surat pernyataan yang dibuat warganya berisi tidak pernah mengajukan kredit di Koperasi Galang Artha Sejahtera. Namun nama warga itu dicatut untuk mengajukan KUR fiktif di BNI Cabang Madiun, Kamis (12/10/2017).KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi SURAT PERNYATAAN --Kepala Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sugeng Wibowo menunjukan surat pernyataan yang dibuat warganya berisi tidak pernah mengajukan kredit di Koperasi Galang Artha Sejahtera. Namun nama warga itu dicatut untuk mengajukan KUR fiktif di BNI Cabang Madiun, Kamis (12/10/2017).

MADIUN, KOMPAS.com - Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun menemukan aliran dana fiktif kredit usaha rakyat yang disalurkan BNI Cabang Madiun kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Galang Artha Sejahtera. Akibatnya negara dirugikan hingga Rp 1,4 miliar.

Modusnya, koperasi yang beroperasi di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, itu merekayasa data anggotanya sebagai pemohon kredit seakan-akan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Padahal anggota koperasi tersebut banyak yang tidak mengajukan KUR.

"Dalam proses pengajuan KUR tahun 2012-2014 telah terjadi rekayasa. Data nama-nama yang dicantumkan dalam penerimaan dana KUR ke BNI Cabang Madiun fiktif sekitar 300 orang. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar,"  ujar Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono, Selasa (10/10/2017).

Pimpinan BNI Cabang Madiun, Eko Indiartono yang dikonfirmasi terpisah membenarkan penyaluran dana KUR KSP Galang Artha Sejahtera dari BNI. Namun ia tidak mengetahui kronologi hingga kasus itu ditangani Polres Madiun karena baru bertugas.

"Saya belum paham apakah ada mark up atau fiktif karena masih proses penyelidikan. Detilnya yang tahu bidang hukum BNI Malang dan pihak kepolisian," jelas Eko.

Membantah

Dikonfirmasi terpisah,Ketua Koperasi Simpan Pinjam Galang Artha Sejahtera, Hendri Winarno (35) membantah tudingan bahwa koperasinya mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) fiktif ke BNI Cabang Madiun hingga merugikan negara Rp 1,4 miliar.

Ia berdalih seluruh nasabah yang mengajukan KUR ke BNI 46 Cabang Madiun lima tahun lalu sudah disurvei pihak bank.

"Semua persyaratan lengkap. Semua melalui survei dan disetujui pihak bank," kata Hendri yang ditemui di rumahnya, di Kelurahan Bangunsari, RT 29/ RW 06, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Maria Kisahkan Anaknya Dihajar Tanpa Ampun hingga Tewas dalam Duel ala Gladiator

Hendri dikonfirmasi terkait tudingan penyidik Tipikor Polres Madiun yang menyebut 300 dari 600 data nasabah yang diajukan mendapatkan KUR fiktif dan rekayasa.

Modusnnya, anggota koperasi dicomot namanya untuk didaftarkan mengajukan KUR. Padahal faktanya, anggota itu tidak pernah mengajukan kredit. Selain itu ditemukan adanya mark up atau penggelembungan jumlah pinjaman.

Ditanya tetang manipulasi data dan mark up besarnya pinjaman, lagi-lagi Hendri membantahnnya.

"Semuanya sudah sesuai. Dan, jaminanannya juga sudah ada," kata pria berkacamata yang mengaku sudah beberapa kali diperiksa di Polres Madiun.

Menyoal adanya keterlibatan oknum pegawai BNI Cabang Madiun dalam kasus ini, Hendri enggan berkomentar. Ia meminta wartawan mengonfirmasi langsung ke Polres Madiun.

"Semua keterangan saya sudah di polisi, nanti tanya ke polisi saja," kata Hendri.

Koperasi tutup

Sementara itu, Kepala Desa Tambakmas, Sugeng Wibowo mengatakan, Koperasi Simpan Pinjam Galang Artha Sejahtera tidak pernah ada di desanya.

"Selama saya menjadi kepala desa koperasi itu tidak pernah beroperasi di desa kami," kata Sugeng.

Hanya saja, kata Sugeng, beberapa warganya pernah dimintai keterangan oleh polisi terkait koperasi tersebut. Warganya ditanya polisi soal pernah dan tidaknya mengajukan kredit di Koperasi Galang Artha Sejahtera.

Sugeng lalu menunjukkan surat pernyataan yang dibuat salah satu warganya yang menyebutkan tidak pernah mengajukan kredit di KSP Galang Artha Sejahtera. Namun di daftar pinjaman, warga itu mendapatkan kucuran dana KUR.

Ia menambahkan, sebulan lalu, petugas dari Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah datang ke desanya. Lima staf kementerian juga mengecek keberadaan KSP Galang Artha Sejahtera di desanya.

Baca juga: Suami Peluk Erat Putrinya Usai Pergoki Sang Istri Berselingkuh

Pantuan Kompas.com, kantor KSP Galang Artha Sejahtera di Gantrung, Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, tampak tutup. Bangunan kios yang tak jauh dari Pasar Gantrung itu tertutup rapat. Tidak ada lagi papan nama koperasi yang dituduh merugikan negara hingga mliaran rupiah tersebut.

"Koperasi itu sudah tutup sejak dua tahun lalu," ujar Sugianti yang rumahnya persis di samping bekas kantor koperasi tersebut.

Tak hanya di Gantrung, Kompas.com juga melacak keberadaan Koperasi Simpan Pinjam Galang Artha Sejahtera yang dikabarkan beroperasi di dekat wisata Umbul Dolopo, Kabupaten Madiun.

Di lokasi itu, rumah yang disewa sebagai kantor koperasi sudah tutup. Selain itu tidak ada papan nama yang menyebut rumah kontrakan dipakai sebagai kantor koperasi.


Kompas TV Kepastian Hilarius Chistian Raharjo tewas akibat kekerasan, didapat setelah polisi mengotopsi korban.

PenulisKontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM