Terpopuler: Viral soal Adopsi Anak hingga Aksi Bakar Kios di Puncak - Kompas.com

Terpopuler: Viral soal Adopsi Anak hingga Aksi Bakar Kios di Puncak

Kompas.com - 13/10/2017, 07:25 WIB
Aipda Rouli Ida Maharani Hutagaol menggendong bayi berusia satu bulan ketika masih dirawat di rumah sakit. Dia ingin mengadopsinya namun terganjal peraturan pemerintah.Facebook/Johannes Surbakti Surbakti Aipda Rouli Ida Maharani Hutagaol menggendong bayi berusia satu bulan ketika masih dirawat di rumah sakit. Dia ingin mengadopsinya namun terganjal peraturan pemerintah.

KOMPAS.com - Sejumlah hal yang menjadi perbincangan publik di media sosial mendapat banyak perhatian pula dari pembaca Kompas.com, Kamis (12/10/2017) kemarin. Momen viral itu antara lain kisah tentang seorang polisi wanita yang tidak bisa mengadopsi bayi yang dibuang di Kabupaten Binjai, Sumatera Utara.

Ada pula soal aksi perusakan kios di Puncak, Bogor, Jawa Barat, dan perselisihan antara seorang pengemudi mobil dan sopir bus transjakarta di Blok M, Jakarta Selatan.

Berikut artikel-artikel terpopuler di Kompas.com kemarin.

Pilu hati polwan

Aipda Rouli Ida Maharani Hutagaol sedih sekaligus merasa kasihan karena bayi yang dibuang seseorang dan ia temukan tidak dapat ia adopsi. Polwan yang bertugas di Binjai, Sumatera Utara, itu tersandung Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2007.

Sudah lebih dari tiga minggu menerima surat penolakan permohonan adopsi, tetapi Ida masih berharap ada pertimbangan lain yang membuatnya dapat tetap mengadopsi bayi tersebut.

Bayi laki-laki itu ditemukan warga di Pasar Sepuluh Tanjungjati, Binjai, pada 28 Agustus lalu. Ida dan suaminya, yang juga bertugas sebagai polisi di sana, pun merasa prihatin dan ingin mengangkat bayi itu sebagai anak mereka.

Ketika bayi itu dirawat di RSU Dr RM Djoelham, Ida mulai mengajukan permohonan adopsi kepada Dinas Sosial Binjai. Ida juga mengatakan, kerap menggendong dan memberi susu pada sang bayi selama di rumah sakit.

Dua pekan setelah itu, ia mendapat kabar bahwa permohonannya ditolak. Sesuai PP 54/2007, Ida tidak bisa mengadopsi anak tersebut karena masalah agama. Dalam ayat (1) Pasal 3 PP tersebut, disebutkan bahwa calon orangtua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat. Adapun ayat (2) mengatur bahwa dalam hal asal-usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat.

Berita selengkapnya dapat dibaca di artikel "Pilu Hati Aipda Rouli Tak Bisa Adopsi Bayi yang Dibuang karena Terganjal Peraturan".

Lagi, Jaksa Agung kecewa pada KPK

Jaksa Agung HM Prasetyo kembali menyesalkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut dia, KPK tak lagi mematuhi nota kesepahaman (MoU) dengan Polri dan Kejaksaan jika ada penangkapan terhadap personel tiga lembaga penegak hukum tersebut.

Prasetyo mengatakan, hal itu terjadi saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan.

Ia mengaku telah mengingatkan KPK agar tak langsung menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, tetapi mencegah terlebih dahulu tindak pidananya.

Ini bukan kali pertama Prasetyo menyoroti masalah OTT. Bulan lalu, Prasetyo sempat menyebutkan bahwa OTT membuat situasi terasa gaduh. Tidak demikian dengan pencegahan korupsi, yang dianggap tidak populer dan jauh dari sorotan publik.
(Baca Menurut Jaksa Agung, OTT Kerap Bikin Gaduh)

Baca selengkapnya di artikel "Jaksa Agung Sesalkan KPK yang Tak Patuhi MoU Antar-lembaga Penegak Hukum".

Pemilik usaha Ini Kreasi, Marissa dengan magnet-magnet yang menyerupai produk ternama di Indonesia. Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Pemilik usaha Ini Kreasi, Marissa dengan magnet-magnet yang menyerupai produk ternama di Indonesia.

Kreativitas pembuat magnet kulkas

Berkat kreativitas membuat magnet kulkas, Marissa, seorang warga asal Bandung, Jawa Barat, kini mampu meraup lebih dari Rp 100 juta tiap bulan.

Magnet yang dibuatnya unik. Bentuknya menyerupai makanan, minuman, perlengkapan mandi, botol dalam ukuran mini. Ada magnet berbentuk kemasan mi instan dengan bungkus Indomie, makanan ringan seperti Chiki, pasta gigi Pepsodent, minyak goreng Molto maupun Bimoli, dan lain-lain.

Dia menyebut, usaha magnet yang serupa dengan usahanya sudah semakin banyak. Hanya saja, Marissa memastikan produknya mirip dengan produk asli. Selain itu, produknya juga dibuat rapi dan tidak terlalu kaku.

Produk-produk itu dipamerkan dalam acara Trade Expo Indonesia 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, 11-15 Oktober 2017.

Baca detailnya di artikel "Usaha Magnet Indomie, Penghasilan Marissa Lebih Dari Rp 100 Juta Per Bulan".

PKL di Puncak kecewa penertiban

Sejak Rabu (11/10/2017) hingga Kamis (12/10/2017), masyarakat dihebohkan dengan foto dan video yang memperlihatkan suasana mencekam di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Polsek Pacet Komisaris Polisi Rusdi Hayat mengatakan, banyak lapak milik pedagang kaki lima (PKL) sengaja dibakar oleh pemiliknya sendiri. Pedagang kecewa karena lapaknya akan dibongkar oleh aparat setempat.

"Kemarin sore (Rabu), pedagang bongkar lapaknya sendiri. Terus ada yang bakar-bakar di jalan. Itu bentuk kekecewaan mereka karena lapaknya mau dibongkar," kata Rusdi saat dikonfirmasi, Kamis (12/10/2017).

Dia menambahkan, rencana pembongkaran lapak PKL seharusnya dijadwalkan pagi ini. Namun, mengingat adanya kejadian tersebut, pembongkaran ditunda.

Baca juga
Ratusan Kios di Jalur Puncak-Cianjur Segera Dibongkar
Beredar Video Diduga Kerusuhan di Puncak Cipanas, Polisi Sebut Pedagang Bakar Kios Sendiri

Perselisihan pengendara mobil dan sopir transjakarta

Gara-gara spion rusak akibat bersenggolan dengan bus transjakarta, seorang pengemudi Toyota Yaris marah dan menghadang bus tersebut.

Wibowo dari Humas PT Transjakarta mengatakan, kejadian itu bermula ketika bus Transjakarta 0200 melewati Halte Bundaran Senayan arah Blok M, Jakarta Selatan. Mobil Yaris itu melaju berdekatan dengan bus hingga senggolan tak dapat dihindarkan.

Tak terima spionnya terserempet, pengemudi Yaris berusaha mengejar dan menghentikan bus. Bus akhirnya berhenti ketika sudah hampir sampai Blok M. Pihak Transjakarta memilih tak memperkarakan pengemudi itu.

Baca selengkapnya di artikel "Pengemudi Mobil Marah-marah dan Hadang Transjakarta di Blok M ".

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM