Terus Bertambah, Pengungsi Gempa Bumi di Lembata Capai 2.172 Orang - Kompas.com

Terus Bertambah, Pengungsi Gempa Bumi di Lembata Capai 2.172 Orang

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 12/10/2017, 21:33 WIB
Batu berukuran besar berada di badan jalan, mengganggu arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Lembaga,  Rabu (11/10/2017)Dokumen Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday Batu berukuran besar berada di badan jalan, mengganggu arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Lembaga, Rabu (11/10/2017)

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Jumlah pengungsi akibat gempa di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) terur bertambah. Hingga hari ini, sebanyak 2.172 warga mengungsi ke tempat aman akibat lima kali gempa bumi selama dua hari di wilayah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata Rolly Betekeneng mengatakan, ribuan warga yang mengungsi itu berasal dari Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.

"Warga yang mengungsi itu dari delapan desa yaitu Desa Napasabok, Lamagute, Waimatan, Jontona, Lamawolo, Lamatokan, Bungamuda, Lamawara serta Aulesa. Mereka semua mengungsi ke Lewoleba (ibu kota Kabupaten Lembata)," ujar Rolly kepada Kompas.com, Kamis (12/10/2017).

Rolly merinci, dari 2.172 warga yang mengungsi, 970 di antaranya laki-laki sedangkan perempuan berjumlah 1.202 orang.

(Baca juga: Gempa Bumi di Lembata, 1.128 Warga Mengungsi)

 

Mereka tinggal sementara di penampungan rumah jabatan bupati Lembata sebanyak 429 orang, sedangkan sisanya ke rumah kerabat mereka di Lewokeda.

"Hanya ada tiga desa yang seluruh warganya mengungsi yakni Desa Napasabok, Lamagute, dan Waimatan," tuturnya

Saat ini kata Rolly, bantuan makanan kepada pengungsi itu disalurkan secara merata melalui kepala desa.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak empat kali gempa bumi pada Selasa (10/10/2017) dan satu kali gempa bumi Rabu (11/10/2017) mengguncang Kabupaten Lembata.

Akibatnya, batu berukuran besar menghancurkan rumah warga dan memenuhi sebagian badan jalan raya di sejumlah titik di wilayah itu.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan, rumah warga rusak akibat tertimpa bebatuan. Ada juga yang retak karena guncangan gempa.

"Hampir semua desa di lereng gunung Ile Lewotolok beberapa rumah warga terkena batu. Saat ini masih dilakukan pendataan lagi, " ucapnya kepada Kompas.com, Selasa malam.

Sebanyak 671 warga mengungsi di sejumlah tempat yang aman. Warga mengungsi karena panik dengan gempa bumi tektonik.

Kompas TV Perusahaan Waralaba Lawson menyasar lokasi pascagempa di Jepang.


PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM