"Saya Ikut Pilkada Berdarah-darah, Habis Ratusan Miliar..." - Kompas.com

"Saya Ikut Pilkada Berdarah-darah, Habis Ratusan Miliar..."

Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Kompas.com - 12/10/2017, 18:59 WIB
Sidang perdana Gubernur Bengkulu non aktif, Ridwan MuktiKOMPAS.com/FIRMANSYAH Sidang perdana Gubernur Bengkulu non aktif, Ridwan Mukti

BENGKULU, KOMPAS.com - Gubernur Bengkulu non aktif, Ridwan Mukti, menjalani sidang perdana dalam perkara dugaan suap, Kamis (12/10/2017) di Bengkulu. Agenda sidang perdana mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU disebutkan bahwa dalam pertemuan dengan para kontraktor pemenang proyek di Kantor Gubernur Bengkulu, pada 5 Juni 2017, Ridwan Mukti sempat marah besar kepada para kontraktor yang dianggap kurang patuh.

“Saya ini ikut pilkada berdarah-darah, habis ratusan miliar. Emang kalian di mana selama ini? Jangan-jangan kalian lawan, bukan pendukung saya? Kenapa enggak pamit sama saya? Saya ini mantan pengusaha dan sudah dua periode jadi bupati. Ini sekarang saya jadi gubernur, saya penguasa di Bengkulu,” ujar JPU menirukan Ridwan saat membacakan dakwaan.

Dalam dakwaannya, JPU memastikan bahwa koordinasi pungutan fee proyek 10 persen atas instruksi Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti yang disampaikan ke istrinya Liliy Madari.

Baca juga: Gubernur Bengkulu Akui Meminta Istrinya Cari Kontraktor

JPU menuntut agar Ridwan Mukti dijerat dengan pasal 12 huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Di pengadilan usai mendengar dakwaan yang dibuat jaksa, Ridwan menyebut dakwaan jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ia pahami.

“Saya tidak mengerti apa maksud dari dakwaan. Hanya sedikit saja isi dakwaan itu yang saya pahami,” sebut Ridwan Mukti.

Sidang perdana ini mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Tim JPU. Dimana ada 4 orang penuntut umum KPK, yakni M Helmi Syarif, Haerudin, Dian Hamisena, dan Putra Iskandar.

Sementara itu Maqdir Ismail, penasihat hukum Ridwan Mukti, menganggap JPU memaksakan keterlibatan Ridwan Mukti dari kasus suap yang dilakukan istrinya Lilly Madari.

Kompas TV Pengamat dan mantan hakim Asep Irwan Iriawan menyayangkan fenomena hakim tertangkap tiap tiga bulan.


PenulisKontributor Bengkulu, Firmansyah
EditorErlangga Djumena
Komentar

Terkini Lainnya

Kejutan-kejutan yang Diterima Anies Saat Tinjau Lokasi Genangan dan Banjir

Kejutan-kejutan yang Diterima Anies Saat Tinjau Lokasi Genangan dan Banjir

Megapolitan
Soal Limbah Medis di Cirebon, Kadinkes Jabar Sebut Ada Kelalaian Pihak Ketiga

Soal Limbah Medis di Cirebon, Kadinkes Jabar Sebut Ada Kelalaian Pihak Ketiga

Regional
Berita Terpopuler: AS Didiskualifikasi, hingga Pencabutan Penghargaan Aung San Suu Kyi

Berita Terpopuler: AS Didiskualifikasi, hingga Pencabutan Penghargaan Aung San Suu Kyi

Internasional
Pilkada Jateng, Demokrat Masih Pelajari Elektabilitas Figur

Pilkada Jateng, Demokrat Masih Pelajari Elektabilitas Figur

Nasional
Pemprov DKI Tanggung Biaya Perayaan Natal Bersama di Monas

Pemprov DKI Tanggung Biaya Perayaan Natal Bersama di Monas

Megapolitan
Kabel Masih Jadi Penyebab Genangan di Protokol Jakarta Sejak Era Ahok hingga Anies

Kabel Masih Jadi Penyebab Genangan di Protokol Jakarta Sejak Era Ahok hingga Anies

Megapolitan
Sandiaga: Saya Enggak Mau Datang ke DWP karena Pencitraan

Sandiaga: Saya Enggak Mau Datang ke DWP karena Pencitraan

Megapolitan
Terungkapnya Pemeran Video Porno yang Viral di Media Sosial

Terungkapnya Pemeran Video Porno yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Penolakan DWP dan Janji Pengawasan Ketat Anies-Sandiaga

Penolakan DWP dan Janji Pengawasan Ketat Anies-Sandiaga

Megapolitan
Mobil Mazda 6 Tiba-tiba Terbakar saat Akan Naik ke Gedung Parkir

Mobil Mazda 6 Tiba-tiba Terbakar saat Akan Naik ke Gedung Parkir

Regional
Penyebab Partai Berkarya dan Partai Garuda Tak Lanjut ke Tahap Verifikasi Faktual

Penyebab Partai Berkarya dan Partai Garuda Tak Lanjut ke Tahap Verifikasi Faktual

Nasional
Bocah Saudi Tewas Terkena Pecahan Misil Houthi

Bocah Saudi Tewas Terkena Pecahan Misil Houthi

Internasional
Bertemu Menteri PUPR, Fadli Zon Sempat Bahas Pembangunan Gedung DPR

Bertemu Menteri PUPR, Fadli Zon Sempat Bahas Pembangunan Gedung DPR

Nasional
Menanti Jawaban Saefullah Diminta Jadi Ketua Perayaan Natal di Monas

Menanti Jawaban Saefullah Diminta Jadi Ketua Perayaan Natal di Monas

Megapolitan
Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini

Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM