Ketua MPR: 3 Tahun Jokowi-JK, Infrastruktur Bagus, tetapi Warga Susah - Kompas.com

Ketua MPR: 3 Tahun Jokowi-JK, Infrastruktur Bagus, tetapi Warga Susah

Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Kompas.com - 10/10/2017, 17:00 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (20/9/2017)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (20/9/2017)

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, pencapaian dalam sektor infrastruktur sangat tinggi.

Namun, menurut dia, ironisnya, selama itu pula banyak warga yang susah karena pendapatan tidak meningkat dan biaya kebutuhan kian mahal.

"Tiga tahun Jokowi-JK, banyak yang sudah dicapai antara lain infrastruktur paling tinggi. Tapi ada catatan saya sebagai pendukung pemerintah mengenai lapangan pekerjaan, banyak lulusan sarjana dan SMA belum dapat pekerjaan," ungkap Zulkifli usai menjadi pembicara dalam seminar penyerapan aspirasi penguatan kejaksaan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Selasa (10/10/2017).

"Yang kedua, kesejahteraan masyarakat menurun. Kenapa dulu ada lembur sekarang enggak ada lagi? Dulu penghasilan tambahan sekarang berkurang sementara harga meningkat, sembako kebutuhan pokok, seperti garam, gula, beras, dan lain-lain meningkat. Harga listrik dan gas meningkat sehingga banyak keluhan karena pendapatan menurun pengeluaran meningkat," tambahnya.

(Baca juga: Pakaian Adat Jokowi-JK, Simbol Keberagaman dan Persatuan...)

Selama itu pula, lanjut Zulkifli, kegaduhan kerap terjadi, entah terkait isu agama, suku ataupun ras.

"Saya ajak semuanya. Setelah reformasi kok kita terasa Merah Putih mulai koyak. Kalau bukan kelompoknya, (terhadap) lawannya, saling menista, mencaci, gaduh, resah dan seterusnya. Saya mengajak, mari kita menjahit kembali merah putih kita harus bersatu agar kegaduhan saling curiga menista mari kita akhiri. Kita adalah bersaudara," ungkapnya.

Zulkifli menegaskan, Indonesia memiliki Pancasila menjadi dasar negara. Oleh karena itu, Pancasila harus dipahami, dimaknai dan dilaksanakan.

"Kita ini punya Pancasila. Kalau berbohong tak punya karakter, berarti ingkar terhadap pancasila. Saya berharap gemerasi muda punya karakter kejujuran memiliki ilmu sehingga punya prediksi apa yang terjadi pada waktu mendatang. Karakter bohong, menista, ribut soal agama dan suku itu, kuno ketinggalan jaman," tegasnya.

 

 

Kompas TV Ketua MPR menegaskan akan melakukan perlawanan pada pihak mana pun yang hendak melemahkan posisi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Makassar, Hendra Cipto
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM