Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mabuk Berat, Pemandu Karaoke Tusuk Dada Temannya dengan Gunting

Kompas.com - 04/10/2017, 12:34 WIB
Slamet Priyatin

Penulis

KENDAL, KOMPAS.com - Diduga karena mabuk berat, seorang pemandu lagu karaoke di lokalisasi Gamberlangu (GBL) Kendal, Jawa Tengah, berinisal HW, tega menusuk teman kosnya, St.

Akibatnya, St dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah di bagian dadanya. Sedang HW diamankan di kantor Polsek Kaliwungu.

Menurut pengakuan HW, sebelum kejadian ia sempat minum minuman keras jenis Congyang, sebanyak 6 botol. Ia minum bersama dua tamunya yang mengajaknya menyanyi. Setelah selesai bernyanyi, HW diantar pulang ke kosan oleh salah satu tamunya.

“Baru masuk rumah, St berteriak kalau saya punya pacar baru. Saya takut pacar saya mendengar omongannya. Saya langsung masuk kamar dan mengambil gunting," tutur HW, Rabu (4/10/2017).

(Baca juga: Polisi yang Menembak di Tempat Karaoke Sempat Marah karena Tak Dapat Pemandu Lagu)

Setelah mengambil gunting, HW mengaku sempat diseret oleh St. Ia kemudian menusuk dada St dengan gunting. “Saya mabuk, saya tidak tahu berapa kali menusuknya. Tapi seingat saya, hanya satu kali,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kaliwungu Kendal, AKP Nanung Nugroho mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan HW. Dari keterangan pelaku, ia nekat menusuk temannya karena tersinggung.

“Pelaku warga Bangsri Jepara dan korbannya orang Wonosobo. Mereka berprofesi sebagai pemandu karaoke di lokalisasi GBL,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, HW dijerat dengan Pasal 351 KUHP, dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Kompas TV Pelaku penusukan tidak rela diceraikan. Pelaku nyaris tewas karena dihakimi massa.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com