Raih Penghargaan, Jaring Apolo Pengganti Cantrang Bakal Diproduksi - Kompas.com

Raih Penghargaan, Jaring Apolo Pengganti Cantrang Bakal Diproduksi

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 17/09/2017, 11:02 WIB
Azis Tarsono, warga batang merancang inovasi alat tangkap ikan jenis Kelelawar dan Apolo. Alat itu dinilai ramah lingkungan karena selektif mendapat ikan, dan berada di atas terumbu karang.KOMPAS.com/Nazar Nurdin Azis Tarsono, warga batang merancang inovasi alat tangkap ikan jenis Kelelawar dan Apolo. Alat itu dinilai ramah lingkungan karena selektif mendapat ikan, dan berada di atas terumbu karang.

SEMARANG, KOMPAS.com - Mimpi Azis Tarsono (56) untuk menciptakan alat tangkap ikan ramah lingkungan untuk pengganti cantrang segera menjadi kenyataan.

Desain alat tangkap buatannya berupa jaring apolo dan jaring kelelawar saat ini menjadi salah satu yang terbaik dalam lomba kreasi dan inovasi (Krenova) tingkat Jateng tahun 2017. Booth inovasinya pun ditampilkan dalam pameran inovasi di GOR Jetayu, Kota Pekalongan.

Pada Jumat (15/9/2017), Aziz mendapat penghargaan menjadi salah satu yang terbaik dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ketika membuat desain alat tangkap, Azis mengaku rutin berdiskusi dengan awak kapal, nelayan. Alat tangkap lalu dilakukan uji coba di kolam di belakang rumahnya.

Setelah diuji berulang kali, jaring kelelawar dan jaring apolo berhasil menangkap ikan pada 5 Agustus 2015.

"Ini baru diuji coba di kolam. Hasilnya tangkapanya banyak, memuaskan. Ini juga tidak merusak karang," kata Azis, Minggu (17/9/2017).

(Baca juga: Jaring Apolo, Inovasi Azis untuk Ganti Cantrang dengan Alat yang Efektif dan Ramah Lingkungan)

Saat uji coba di kolam, hanya ikan-ikan ukuran besar yang ada di kolam terperangkap masuk dalam jaring. Dalam uji coba itu, jaring ditarik dari atas kapal, baik menggunakan mesin atau tenaga manusia.

"Alat saya dapat mengganti cantrang, alat ini juga ramah lingkungan," ujar warga Dukuh Sulur RT 04/RW 05 Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, ini.

Keinginan alat untuk diproduksi massal akhirnya direspons pemerintah. Ganjar meminta Bappeda meneliti apakah jaring apolo dan kelelawar buatan Azis dapat dihilirisasi.

Harga jaring tersebut juga terjangkau. Dari uang Rp 50 juta, jaring dapat dibuat untuk kapal berukuran 10 GT hingga 30 GT. Jika sudah ada alat, Pemerintah akan mudah mendorong masyarakat beralih ke jaring baru pengganti cantrang.

"Coba dirancang untuk kapal di bawah 10 GT. Kalau bisa bagus kita kembangkan, apalagi biaya produksinya murah sekali," ujar Ganjar.

"Ini semua harus dikembangkan, jangan cuma jadi propotipe," pintanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Pemprov Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko berencana akan melibatkan inventor dalam program inkubator bisnis. Mereka akan didampingi baik untuk pengembangan riset teknologi, uji produk, hingga trial market.

"Nanti didampingi dari proses sertifikasi hingga hak paten," tambahnya.

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM