Hercules Pembawa Bantuan untuk Rohingya Bertolak dari Aceh - Kompas.com

Hercules Pembawa Bantuan untuk Rohingya Bertolak dari Aceh

Kontributor Banda Aceh, Daspriani Y Zamzami
Kompas.com - 14/09/2017, 18:25 WIB
satu dari empat Hercules C-130 milik pemerintah Indonesia bertolak dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar,  ke Bangladesh, Kamis sore (14/9/2017). Pesawat ini membawa bantuan kemanusiaan untuk disalurkan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh.KOMPAS.com/Daspriani Y Zamzami satu dari empat Hercules C-130 milik pemerintah Indonesia bertolak dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, ke Bangladesh, Kamis sore (14/9/2017). Pesawat ini membawa bantuan kemanusiaan untuk disalurkan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Dua pesawat Hercules yang membawa bantuan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh bertolak dari Landasan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Kamis (14/9/2017) sore.

Kedua pesawat ini lepas landas setelah mendapat kepastian ketersediaan apron untuk pendaratan pesawat hercules asal Indonesia. Sedangkan dua pesawat lainnya akan diberangkatkan Jumat (15/9/2017).

Komandan Lanud Iskandar Muda, Kol (pnb) Suliono mengatakan, empat pesawat Hercules C-130 singgah di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, untuk mengisi bahan bakar. Selain itu, mereka berkordinasi mengenai bantuan kemanusiaan tersebut.

Suliono menjelaskan, baru memberangkatkan dua pesawat. Sebab lalulintas udara di Chittagong Bangladesh sangat padat, sehingga tidak memungkinkan mendaratkan empat pesawat sekaligus.

(Baca juga: Pendukung Persib Galang Dana Bayar Sanksi Koreografi Save Rohingya)

 

“Kita mendapat informasi dari pihak Bandara Chittagong memang tak bisa semua pesawat kita mendarat sekaligus. Jadi diberangkatkan dua pesawat hari ini dan dua lainnya besok siang,” ungkapnya.

Setibanya di Chittagong, pesawat pembawa bantuan kemanusiaan ini pun tak bisa parkir dalam waktu lama, apalagi bermalam.

“Pesawat akan menempuh jarak 4 jam terbang. Setibanya disana crew akan langsung menurunkan bantuan dan diberi waktu 2 jam, karena padatnya traffic udara di sana. Jadi setelah itu peswat segera kembali ke Indonesia,” jelas Suliono.

Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan Indonesia terdiri dari beras 20 ton, gula 1 ton, tenda darurat 10 unit, selimut 7.000 helai, alat kebutuhan keluarga 600 paket, serta tangki air darurat kapasitas 1.893 liter sebanyak 10 unit.

(Baca juga: Akhirnya, Aung San Suu Kyi Mau Bicara Soal Krisis Rohingya)

Pemerintah Indonesia membuka posko bantuan kemanusiaan untuk Rohingya di Lanud Sultan Iskandar Muda untuk memudahkan proses pengiriman bantuan karena jarak tempuh yang lebih dekat.

Pemerintah Aceh menyambut baik dibukanya posko pengiriman bantuan kemanusiaan di Aceh. Hal ini memudahkan warga aceh yang ingin menyalurkan bantuannya.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku berkirim surat dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia.

Irwandi meminta dengan tegas agar konflik dan krisis kemanusiaan yang dialami kaum Rohingya diselesaikan dengan damai dan tidak dengan kekerasan bersenjata yang merugikan negara dan masyarakat sipil.

“Aceh sudah berpengalaman dalam hal ini. Kekerasan apalagi kekerasan kemanusiaan seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan senjata. Karena ini akan menyengsarakan rakyat sipil, konflik bisa diselesaikan dengan cara damai dan diplomasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah Aceh akan menyalurkan bantuan untuk Rohingya. “Sepertinya Aceh akan mengirimkan bantuan dalam bentuk uang dan saat ini kita sudah melakukan aksi menggalang bantuan tersebut,” tutupnya.

Kompas TV Unjuk rasa tercatat terjadi di Pakistan, India, dan Inggris.

 

PenulisKontributor Banda Aceh, Daspriani Y Zamzami
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM