Kisah Seorang Ibu Berjuang Melahirkan di Atas Perahu di Sungai Kalimantan - Kompas.com

Kisah Seorang Ibu Berjuang Melahirkan di Atas Perahu di Sungai Kalimantan

Kompas.com - 13/09/2017, 07:00 WIB
Hadiati (27), warga Desa Padang Bangkal, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terpaksa melahirkan di jukung bermesin (kelotok). handout Hadiati (27), warga Desa Padang Bangkal, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terpaksa melahirkan di jukung bermesin (kelotok).

AMUNTAI, KOMPAS.com - Di bawah mendung, Bidan Ernia Sari dengan sigap membantu memindahkan seorang ibu hamil bernama Hadiati (27) ke kelotok atau perahu bermotor yang terbuat dari kayu di Kalimantan Selatan.

Dia membawa perlengkapan persalinan, siapa tahu terjadi sesuatu di perjalanan dari Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Padang Bangkal, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, menuju Puskesmas Alabio.

Pada Minggu (10/9/2017) pagi, Hadiati, warga Padang Bangkal, mengaku mules dan merasa akan segera melahirkan. Dia lalu dibawa anggota keluarga menggunakan sepeda motor menuju pos kesehatan desa. Perjalanan dilakukan secara hati-hati, apalagi jalanan berupa titian.

Sesampainya di pos, Hadiati langsung mendapatkan perawatan dari Bidan Ernia. Pada pukul 09.00 Wita, pasien sudah memasuki pembukaan dua.

Lalu pada pukul 15.00 Wita, pembukaan sudah lengkap dan ketuban akhirnya pecah. Namun setelah 30 menit, bayi belum juga keluar. Akhirnya, Ernia memutuskan membawa Hadiati ke Puskesmas Alabio.

(Baca juga: Seorang Ibu Melahirkan Darurat di Pinggir Tol Cipali)

Ini juga bukan perjalanan mudah. Dari Padang Bangkal menuju Puskesmas Alabio di Seda Hambuku, warga biasanya menggunakan transportasi air karena jalan darat hanya bisa dilalui sepeda motor dan kondisinya juga rusak.

Perjalanan menuju Hambuku dengan menggunakan kelotok biasanya ditempuh sekitar 15 menit. Setibanya di dermaga, mereka juga harus menuju puskesmas dengan transportasi darat.

Dalam perjalanan, ternyata kelotok sempat mogok. Tak jauh dari dermaga, Hadiati kembali kontraksi. Dengan segenap kemampuan, Bidan Ernia berusaha melakukan penanganan.

Tak disangka, bayi kedua dari Hadiati ini lahir di perahu kelotok. Bayi berjenis kelamin laki-laki. Rasa syukur dipanjatkan.

"Ibu dan bayinya sehat sehingga kami bawa kembali ke Poskesdes untuk mendapatkan perawatan. Setelah istirahat dan pemulihan ibu dan anak diperbolehkan pulang pada malam hari," ungkap Ernia.


Berita ini telah tayang di Tribunnews.com, Selasa (12/9/2017), dengan judul: Kisah Hadiati Melahirkan Bayi Laki-laki di Kelotok saat Menuju Puskesmas Alabio

EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM