Mantan Anggota DPRD Madiun Meninggal di Lokasi Tambang Galian C - Kompas.com

Mantan Anggota DPRD Madiun Meninggal di Lokasi Tambang Galian C

Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Kompas.com - 12/09/2017, 23:32 WIB
Ilustrasi serangan jantung.
Ilustrasi serangan jantung.

MADIUN, KOMPAS.com - Eko Juli Utomo alias Pego (52), mantan anggota DPRD Kabupaten Madiun ditemukan meninggal di dalam mobilnya yang diparkir di lokasi tambang galian C, Dusun Gaplok, Desa Tulung Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Selasa ( 12/9/2017) sore.

"Jasad korban pertama kali ditemukan tewas oleh Sutoyo, warga Dusun Sumberagung, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun di dalam mobilnya yang parkir di lokasi tambang," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono, Selasa ( 12/9/2017) malam.

Menurut Hanif, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mondar-mandiri di lokasi tambang. Keberadaan korban di lokasi tambang untuk mengawasi dump truck yang memuat tanah urug untuk dibawa ke proyek double track jalur kereta api.

Hanif mengatakan, kasus itu berawal saat pria yang bermukim di Jalan Prambanan 73, Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, datang ke lokasi tambang menumpang mobil, Selasa (12/9/2017) pagi.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Sumba Barat Meninggal karena Serangan Jantung

Kedatangan korban ke lokasi, kata Hanif, mengawasi orang kerja yang memuat tanah urug menggunakan dump truck. Selama berada di lokasi tambang, korban mondar-mandir keluar masuk mobil sambil mengawasi pekerjaan.

"Sore harinya Sutoyo dan Suroso membangunkan korban, namun tidak bangun hingga akhirnya mengetahui korban sudah meninggal dunia," jelas Hanif.

Hasil pemeriksaan dokter, lanjut Hanif, diduga korban meninggal karena serangan jantung. Kondisi itu terlihat dari darah yang keluar dari hidung dan mukanya yang lebam.

"Pembuluh darahnya yang pecah mengakibatkan darah keluar dari hidung dan mukanya nampak lebam" jelas Hanif.

Baca juga: Meninggal karena Serangan Jantung, Seorang Calon Haji Batal Berangkat

Setelah divisum, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kompas TV  Isak tangis keluarga pecah saat seorang ibu tewas karena diduga terkena serangan jantung.

PenulisKontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM