Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/09/2017, 22:54 WIB
Sigiranus Marutho Bere

Penulis

KUPANG, KOMPAS.com - Narapidana kasus teroris, Priyo Budi Purnomo alias PHP (31) dipindahkan dari Rutan Mako Brimob Kelapa dua Depok menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (8/9/2017).

Pemindahan tahanan itu dibenarkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, Muhammad Diah. Namun Diah enggan menjelaskan secara rinci soal pemindahan itu karena sedang berada di luar negeri.

"Maaf saya sedang di Mekah. Nanti konfirmasi sama Kepala Divisi Pemasyarakatan," katanya melalui pesan pendek, Jumat malam.

Informasi yang berhasil dihimpun, napi teroris Priyo dikawal ketat personel Brimob. Ia tiba di Bandara El Tari Kupang dengan menggunakan Pesawat Batik Air.

(Baca juga: Dikeroyok, 5 Napi Teroris Dipindahkan ke Lapas Porong)

Dari Bandara El Tari Kupang, Priyo diterbangkan menuju Atambua dengan menggunakan Pesawat Wings Air.

Setelah setengah jam penerbangan, Priyo yang masih dalam pengawalan ketat aparat keamanan, tiba di Bandara A A Bere Tallo Atambua dan dijemput Kepala Lapas Klas IIB Mohammad Ridwantoro dan petugas Lapas Klas IIB Atambua beserta aparat Polres Belu.

Selanjutnya Priyo dibawa menuju kamar Blok Mapenaling (Massa Pengenalan Lingkungan) selama seminggu.

Untuk diketahui, Priyo bersama dua orang rekannya, diamankan Densus 88 Polri. Mereka diduga akan melakukan pengeboman di Surabaya, Jawa Timur pada bulan Ramadan 2016 lalu.

Saat itu Priyo dipersiapkan sebagai 'pengantin' atau pelaku bom bunuh diri dengan sasaran anggota Polri. Priyo Budi Purnomo mulai ditahan 23 Desember 2016 setelah divonis penjara 3 tahun 4 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kompas TV Aparat kembali menjadi sasaran teroris. Kali Insiden terjadi pukul 20:20 menit, Jumat waktu setempat di Boulevard Emile Jacqmain, Kota Brussels, Belgia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com