Bupati Purwakarta Tetapkan Setiap Kamis Sebagai Hari Kasih Sayang - Kompas.com

Bupati Purwakarta Tetapkan Setiap Kamis Sebagai Hari Kasih Sayang

Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Kompas.com - 06/09/2017, 13:08 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sedang menyosialisasikan program tiap Kamis sebagai Hari Kasih Sayang kepada para pelajar di SMPN 5 Purwakarta, Rabu (6/9/2017).Kompas.com/ Irwan Nugraha Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sedang menyosialisasikan program tiap Kamis sebagai Hari Kasih Sayang kepada para pelajar di SMPN 5 Purwakarta, Rabu (6/9/2017).

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuat program terbarunya yang menjadikan setiap Kamis sebagai " Hari Welas Asih" atau Kasih Sayang.

Setiap hari Kamis, seluruh pelajar, pegawai di pemda dan masyarakat yang mampu di Purwakarta memberi bantuan kepada warga yang kurang mampu. Setiap pelajar atau warga nantinya akan memiliki saudara angkat dari kalangan kurang mampu dan mereka memberi bantuan minimal satu gelas beras berkualitas bagus.

Program ini pun langsung diresmikan dan disosialisasikan olehnya dengan mendatangi para pelajar di SMPN 5 Purwakarta, Rabu (6/9/2017).

“Mulai besok kita canangkan ‘Kemis Poe Welas Asih’ (Kamis Hari Kasih Sayang). Ini bagian dari membangun pola pendidikan berkarakter. Setiap pelajar memiliki saudara angkat dan memberikan santunan dalam setiap Hari Kamis paling sedikit berupa satu gelas beras,” jelas Dedi.

Teknisnya, pelajar di dalam satu kelas bisa dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok memiliki satu saudara asuh atau lebih. Saudara asuh ini setiap Hari Kamis mendapatkan santunan berupa beras.

“Bisa satu kelas jadi beberapa kelompok yang memiliki satu atau beberapa saudara asuh. Nanti kan berasnya jadi banyak, dan beras itu diantarkan langsung, enggak boleh dititip,” katanya menambahkan.

Baca juga: Pemkab Purwakarta Luncurkan "ATM Beras" di Hari Pancasila

Dedi berharap, program ini melahirkan generasi Purwakarta yang memiliki empati dan welas asih atau kasih sayang. Ini pun salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga bisa membangkitkan nilai filosofi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab,” tambahnya.

Program ini pun merupakan aplikasi modern dari salah satu budaya Sunda "Nganteuran" atau mengantarkan makanan. Budaya ini sudah dilakukan sejak dulu ketika setiap warga saling mengantar makanan. Makanan berupa nasi komplit dengan lauk memakai wadah beralaskan nampan diantar langsung ke tetangganya. Hal itu membuat rasa kekeluargaan semakin terjalin dan harmonis di perkampungan tersebut.

"Budaya 'anteuran' dari dulu kan sudah ada. Di mana para tetangga suka saling mengirim makanan satu sama lain tatkala seseorang memiliki rezeki lebih. Jadi sejak dulu sudah ada dan kita kemas menjadi program berbalut modern. Ini bagian pengamalan Pancasila," pungkas Dedi.

Baca juga: Warga di Kampung Terpencil Purwakarta Kini Bisa Panggil Dokter via "Online"

Kompas TV ATM Beras, Solusi bagi Masyarakat Kurang Mampu di Purwakarta

PenulisKontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM