Megawati: Demi Melestarikan Pancasila, Saya Terima Penugasan Presiden - Kompas.com

Megawati: Demi Melestarikan Pancasila, Saya Terima Penugasan Presiden

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 27/08/2017, 08:00 WIB
Megawati Soekarno Putri, saat berpidato di depan ribuan kader PDI Perjuangan di Gelanggang Olahraga Oepoi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (26/8/2017)Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Megawati Soekarno Putri, saat berpidato di depan ribuan kader PDI Perjuangan di Gelanggang Olahraga Oepoi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (26/8/2017)

KUPANG, KOMPAS.com - Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarno Putri menyebut tugasnya sebagai Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden untuk Ideologi Pancasila amat berat.

Megawati mengatakan, setelah diminta Presiden Joko Widodo untuk menjadi ketua unit kerja ini membuat kegiatannya saat ini bertambah banyak.

"Banyak orang bilang, kok ibu mau jadi ketua dewan pengarah. Saya bila enggak pakai mikir langsung saya mau terima tugas itu. Padahal ini hanya unit kerja saja," kata Megawati, saat berpidato dalam kegiatan pelantikan pengurus Banteng Muda Indonesia (BMI) NTT di Gelanggang Olahraga Oepoi Kota Kupang, Sabtu (26/8/2017).

"Kurangnya apa Bu Mega, sudah anggota DPR, Wakil Presiden dan Presiden. Saya bilang, kalau saya ditempatkan di mana saja untuk Pancasila tentu saya mau, karena Pancasila ini adalah perekat bangsa," sambungnya.

Baca: Jika Jadi Gubernur NTT, Megawati Ingin Lakukan Penghijauan

Menurut Megawati, jika hanya memikirkan kepentingan pribadi, maka dirinya tidak akan menerima tugas ini.

Namun, karena salah satu buah Indonesia merdeka itu adalah ideologi Pancasila karya Presiden Soekarno, maka ia langsung menerima tugas itu.

Tujuan dari tugas itu lanjut Megawati adalah untuk menjaga mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

"Setiap warga negara saat ini tidak boleh hanya sekadar menyebut cinta Pancasila dari mulut saja, tetapi harus disimpan dalam hati,"kata Megawati.

Apalagi, laanjut Megawati, sebagai alat pemersatu bangsa maka warga NTT harus menjaga Pancasila yang lahir di bumi NTT.

Megawati mengatakan, pada saat Soekarno melahirkan ide Pancasila saat menjalani hukuman pembuangan di Ende.

Walaupun ide itu muncul di bawah pohon sukun yang saat ini sudah mati, tetapi ideologi Pancasila harus tetap abadi.

"Pancasila itu perekat bangsa, jika ada yang mau mengubah maka saya 100 persen tidak akan terima," Megawati menegaskan. 

Baca: Makna Kereta Pancasila yang Dinaiki Jokowi Saat Karnaval Kemerdekaan

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM