Usai Menelepon Istrinya, Pria Ini Gantung Diri di Kali - Kompas.com

Usai Menelepon Istrinya, Pria Ini Gantung Diri di Kali

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 26/08/2017, 09:13 WIB
IlustrasiWWW.PEXELS.COM Ilustrasi


ATAMBUA, KOMPAS.com - Efraim Manaje Berek (22), Warga Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri di Kali Rotiklot.

Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan mengatakan, sebelum gantung diri, Efraim sempat menelepon istrinya, Fitri.

"Menurut keterangan saksi Laurensa Maria (mertua Efraim) bahwa sekitar pukul 11.15 wita, Efraim sempat menelepon istrinya di rumah, dan memberitahukan bahwa dia sedang terjatuh di dekat Kali Rotiklot," kata Yandri, kepada Kompas.com, Sabtu (26/8/2017) pagi.

Karena sedang mengasuh anaknya yang masih bayi, Fitri kemudian memberitahu kepada Laurensa Maria bahwa Efraim jatuh dan memint dicek di lokasi tempatnya jatuh.

"Pada saat berada di sekitar sungai Rotiklot Laurensia Maria melihat Efraim sedang gantung diri di atas pohon Reo dan dalam posisi kejang," ujar Yandri.

(baca: Usai Berbincang dengan Putrinya, Pria Ini Gantung Diri di Kamarnya)

Melihat itu lanjut Yandri, Laurensia Maria kemudian berteriak meminta tolong. Saat itu, ia bertemu dengan dua orang, Rintoo Bitin dan Kasimirus Musi, yang saat itu sedang beristirahat di area bendungan Rotiklot.

Maria bersama Rinto dan Kasimirus lalu menuju ke lokasi Efraim gantung diri. Saat ketiganya tiba di sana, tubuh Efraim yang tergantung di atas pohon masih bergerak dan berusaha diturunkan.

Namun setelah diturunkan, Efraim sudah tewas. Ketiganya kemudian melaporkan hal itu kepada warga lain dan polisi.

Jasad Efraim kemudian dibawa ke rumah sakit umum setempat untuk dilakukan pemeriksaan medis.

"Menurut keterangan saksi Efraim gantung diri dengan posisi lehernya dililit tali nilon berwarna biru, ujung kaki tergantung atau tidak menyentuh tanah sekitar dua meter dan jarak antara tali yang di ikat dipohon ke tanah kurang lebih 4,20 Meter, panjang tali yang digunakan korban kurang lebih 4 Meter,"ungkap Yandri.

Dari hasil pemeriksaan luar tim medis, terdapat bekas tali yang melilit pada leher, keluarnya kotoran pada anus dan tidak adanya tanda kekerasan, bekas memar atau luka pada tubuh.

Keluarga Efraim menandatangani berita acara penolakan dilakukannya otopsi. Selanjutnya jenazah Efraim dibawa keluarga menuju rumah duka untuk disemayamkan.

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorIndra Akuntono
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM