Tim Jelajah Sepeda Flores Dijamu Bupati Manggarai - Kompas.com

Tim Jelajah Sepeda Flores Dijamu Bupati Manggarai

Kontributor Manggarai, Markus Makur
Kompas.com - 15/08/2017, 23:34 WIB
Peserta Jelajah Sepeda Flores memasuki Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada etape pertama Maumere-Kelimutu, Sabtu (12/8/2017). Etape pertama menempuh jarak sekitar 107 kilometer.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Peserta Jelajah Sepeda Flores memasuki Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada etape pertama Maumere-Kelimutu, Sabtu (12/8/2017). Etape pertama menempuh jarak sekitar 107 kilometer.

RUTENG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Manggarai, Flores, NTT menyambut rombongan Jelajah Sepeda Flores Kompas 2017, Selasa (15/8/2017) malam, setelah tiba di Ruteng dari titik start di Bajawa.

Tim Jelajah dijamu makan malam oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (15/8/2017) malam.

Awalnya, tim disambut dengan ritual Kepok yang dibawakan tua-tua adat. Ayam kampung berwarna putih dipadukan dengan tuak yang simpan dalam Tawu diserahkan kepada Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo.

Ritual itu digelar agar seluruh rangkaian kegiatan Jelajah Sepeda Flores berjalanan lancar hingga akhir.

Dalam acara itu, hadir pula Kepala Korlantas RI, Irjen Pol Royke Lumowa. Ia mulai bergabung tim jelajah pada pertengahan etape IV, Selasa siang.

Rencananya, Kakorlantas akan ikut gowes hingga finish di Labuan Bajo pada Kamis (17/8/2017).

Adapun Budiman akan memulai gowes pada Rabu hingga ke Labuan Bajo.

Bupati Manggarai Deno Kamelus mengucapkan terima kasih banyak kepada tim Jelajah Sepeda yang melintasi kawasan Manggarai.

"Selamat menikmati suasana alam di Kota Ruteng. Promosilah keunikan -keunikan di Kabupaten Manggarai," ujarnya.

Sementara itu, Budiman Tanuredjo mengatakan, ada ikatan yang sangat erat antara Kompas dan NTT, khususnya Flores.

Kompas, kata dia, dilahirkan oleh putra Flores Frans Seda. Selain itu, Frans Seda juga yang membantu persyaratan untuk membentuk surat kabar saat itu, yakni adanya pelanggan.

Ribuan masyarakat NTT, terutama Flores kemudian menjadi pelanggan awal.

"Saat itu pembaca yang terbanyak di Kompas adalah orang -orang Flores yang dikoordinir oleh Frans Seda, " jelasnya.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Manggarai, Markus Makur
EditorSandro Gatra
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM