Sedekah Laut di Trenggalek, Tumpeng Raksasa Dilarung ke Tengah Laut - Kompas.com

Sedekah Laut di Trenggalek, Tumpeng Raksasa Dilarung ke Tengah Laut

Kontributor Trenggalek, Slamet Widodo
Kompas.com - 14/08/2017, 06:15 WIB
Prosesi larung tumpeng raksasa di tengah laut rigi Trenggalek,dan di ikuti oleh ratusan kapal nelayan yang dihias (13/08/2017)Slamet Widodo Prosesi larung tumpeng raksasa di tengah laut rigi Trenggalek,dan di ikuti oleh ratusan kapal nelayan yang dihias (13/08/2017)

TRENGGALEK,KOMPAS.com - Sebuah tumpeng berukuran besar dilarung ke tengah laut perairan Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (13/08/2017), dalam prosesi sedekah laut yang bertajuk larung Sembonyo.

Ratusan kapal nelayan yang turut mengiringi prosesi larung ke tengah laut, dihias sedemikian rupa sehingga menambah suasana semarak.

“Kegiatan ini selalu diadakan guna melestarikan budaya lokal sejak dulu dan dilaksanakan turun menurun,” ujar Kepala Desa Tasikmadu, Watulimo, Triono.

Sebelum tumpeng raksasa dilarung ke tengah laut, tumpeng dengan tinggi sekitar 5 meter lebih itu, terlebih dahulu diarak dari kantor Kecamatan Watulimo menuju tempat pelelangan ikan (TPI) Pantai Prigi. Sepanjang rute yang dilintasi rak-arakan tumpeng raksasa ini dipadati warga dan wisatawan yang tengah berwisata.

“Kegiatan ini sekaligus guna menarik wisatawan untuk berkunjung ke pantai yang ada di kecamatan Watulimo,” ucap Triono.

Baca juga: Jokowi-JK Dilantik, Korban Lumpur Lapindo Syukuran Tumpeng Raksasa

Setibanya di lokasi tempat pelelangan ikan yang berada di kawasan pelabuhan ikan nusantara prigi, tumpeng disemayamkan selama sekitar satu jam dan menjalani prosesi persiapan larung dengan menggunakan adat jawa.

Sebelum tumpeng raksasa beserta sejumlah sesaji di larung, beberapa tokoh masyarakat menjalankan prosesi ritual di bibir pelabuhan. “Yang dilarung tidak ada perubahan seperti yang sudah dilaksanakan sejak dulu. Yaitu satu tumpeng raksasa dan wadah dengan sesaji aneka masakan lengkap,”  kata dia.

“Secara keyakinan,diharapkan setelah kegiatan ini,tangkapan ikan nelayan membuahkan hasil yang melimpah. Sekitar 2 tahun terakhir,tangkapan ikan nelayan di sini minim akibat cuaca yang tidak menentu,” tambah Triono.

Di lokasi ini, ribuan warga dari berbagai kalangan turut menyaksikan prosesi larung yang biasa dengan sebutan sembonyo,dan mengabadikan momentum sakral ini dengan kamera telepon genggam.

Secara perlahan,tumpeng raksasa yang berisi hasil bumi berupa sayur,buah serta padi ini dilarung ke tengah laut ditarik dengan perahu nelayan jenis slerek. Suasana meriah semakin terasa ketika ratusan kapal nelayan dengan ukuran besar turut mengawal prosesi larung sembonyo hingga ke tengah laut.

Perahu yang kebanyakan dipenuhi oleh warga ini,dihias dengan kain aneka warna serta hiasan janur kuning,sehingga menambah suasana semarak. Sebagian kapal nelayan yang turut dalam prosesi larung juga sengaja memasang pengeras suara dan memutar alunan musik.

“Semua nelayan Prigi,sangat mendukung sekali dengan kegiatan larung sembonyo ini. Kami sepakati,selama prosesi kegiatan berlangsung,semua nelayan berhenti melaut selama beberapa hari,” kata Triono.

Selama prosesi larung menuju ketengah laut, satuan polisi air dan udara (POLAIRUD),satuan tentara angkatan laut (TNI_AL), dan basarnas pos Trenggalek, turut mengamankan dan melakukan antisipasi jalannya larung.

Setelah tumpeng raksasa beserta sesaji berada di tengah laut,kemudian dilepas dengan ditandai menggunakan bom asap.

PenulisKontributor Trenggalek, Slamet Widodo
EditorErlangga Djumena

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM