Truk Aspal Mundur lalu Terbalik Timpa Rumah dan Motor Warga - Kompas.com

Truk Aspal Mundur lalu Terbalik Timpa Rumah dan Motor Warga

Kontributor Polewali, Junaedi
Kompas.com - 13/08/2017, 14:41 WIB
Truk pengangkut aspal panas, terbalik dan menimpa sebuah motor dan rumah milik warga di Tusan, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, kabupaten Mamasa sulawesi barat, Minggu (13/8).KOMPAS.Com Truk pengangkut aspal panas, terbalik dan menimpa sebuah motor dan rumah milik warga di Tusan, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, kabupaten Mamasa sulawesi barat, Minggu (13/8).

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Sebuah truk pengangkut aspal panas terbalik dan menimpa sebuah motor dan rumah milik warga di Tusan, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Minggu (13/8/2017).

Diduga truk bermuatan puluhan ton ini tak mampu menanjang hingga kemudian berjalan mundur lalu menimpa motor dan rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pemilik rumah syok dengan kejadian ini.

Novita, sang pemilik rumah, saat itu hendak pulang ke rumahnya sambil menggendong sang anak. Dia sempat lari kalang kabut lantaran nyaris tertimpa truk yang sedang jalan mundur.

Novita dan anaknya lalu menghindar dengan cara berbelok ke area pemukiman penduduk hingga tidak terseret truk yang sedang berjalan mundur.

“Saya sempat panik dan lari tunggang-langgang sambil menggendong anak. Beruntung saya berbelok ke pemukiman tetangga hingga saya selamat,” tutur Novita.

Truk tersebut memang sering lewat karena terkait proyek pengaspalan jalan di Kota Mamasa.

Sang sopir truk, Jeflin, mengatakan, truk bermuatan aspal panas yang dikemudikannya mogok saat nyaris mencapai puncak bukit. Karena rem tiba-tiba tak berfungsi, truk bermuatan puluhan ton ini pun berjalan mundur

“Muatannya sangat berat. Truk tiba-tiba mogok dan remnya tak berfungsi hingga jalan mundur dan terbalik,” ujar Jeflin.

Anggota Polres Mamasa yang tiba di lokasi langsung mengamankan suasana di lokasi untuk menghindari kemacetan panjang.

PenulisKontributor Polewali, Junaedi
EditorCaroline Damanik

Komentar