PKB Akui Minta Jatah Calon Wakil Gubernur untuk Dampingi Ridwan Kamil - Kompas.com

PKB Akui Minta Jatah Calon Wakil Gubernur untuk Dampingi Ridwan Kamil

Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Kompas.com - 12/08/2017, 21:12 WIB
Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful HudaDok pribadi Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Jawa Barat Syaiful Huda membenarkan jika partainya meminta jatah posisi calon Wakil Gubernur Jawa Barat untuk mendampingi Ridwan Kamil, jika nantinya PKB jadi berkoalisi dengan Partai Nasdem dan PPP pada Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

"Ya, karena kami ini partai yang termasuk partai menengah di Jawa Barat. Misalnya kalau koalisi PKB, Nasdem, dan PPP itu jalan, sebenarnya PKB bisa jadi lead di situ," kata Syaiful saat ditemui di Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung, Sabtu (12/8/2017).

Syaiful mengklaim jika potensi jumlah pemilih PKB lebih tinggi ketimbang PPP di Jawa Barat meski jumlah kursi keterwakilan di DPRD Jawa Barat hanya 7 kursi, sementara PPP justru 9 kursi. 

Baca juga: Pilkada Jabar, Bima Arya Mengaku Lebih Klop dengan Ridwan Kamil

"Dilihat dari objektivitas suara PKB paling tinggi kalau ada di koalisi itu. Walaupun PPP itu 9 kursi, suaranya lebih besar PKB walaupun hanya 7 kursi. PKB unggul sekitar 14 ribuan suara," ujarnya.  

Dengan kondisi demikian, lanjut Syaiful, wajar saja jika PKB meminta jatah kursi calon Wakil Gubernur dalam koalisi tersebut lantaran potensi perolehan suara PKB terbilang tinggi.

"Artinya secara fatsun politik dan penghargaan politik, wajar saya kira kalau PKB meminta wakil untuk kang Emil, karena dalam komposisi koalisi di situ suara PKB lebih dominan dibanding PPP dan Nasdem, termasuk dibanding dengan Hanura yang hanya 3 kursi. Karena Pilkada ini bukan basis kursi, tapi basis suara," tandasnya.

Kompas TV PDI-P dan Golkar Sepakat Koalisi di Pilkada Jabar

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bandung, Putra Prima Perdana
EditorAmir Sodikin
Komentar