Kelompok Mahasiswa Buddhis Minta Jokowi Lindungi Patung Dewa di Tuban - Kompas.com

Kelompok Mahasiswa Buddhis Minta Jokowi Lindungi Patung Dewa di Tuban

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Kompas.com - 11/08/2017, 14:16 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan  alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen  dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu. ANTARA FOTO/AGUK SUDARMOJO Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kelompok Mahasiswa Buddhis Indonesia meminta Presiden Jokowi melindungi patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berdiri di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Permintaan itu disampaikan dalam surat terbuka yang dikirim pada 9 Agustus lalu ke sekretaris negara di Jakarta.

"Kami minta Pak Jokowi melindungi patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen bagaimana pun bentuknya, karena itu adalah simbol toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia," kata ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Jakarta Timur, Abhinyano, dikonfirmasi, Kompas.com, Jumat (11/8/2017).

Baca juga: Patung Raksasa di Tuban Ditutupi Kain Putih

Mereka khawatir, jika Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen dirobohkan, bukan tidak mungkin akan muncul aksi-aksi intoleran serupa yang dapat mengancam simbol agama lainnya seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Patung Dewa di Bali dan unsur budaya dan simbol agama lainnya di Indonesia.

"Tuntutan untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen sangat merugikan umat Buddha di Indonesia, khususnya umat yang beraliran Tri Dharma," jelasnya.

Ancaman untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen tersebut dinilainya sebagai bentuk penindasan terhadap ekspresi keagamaan di Indonesia, serta melanggar dasar hukum yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia.

Selain dikirim untuk Presiden Jokowi, surat tersebut diteruskan kepada Menteri Agama, Menkopolhukam, Mendagri, Mendikbud, dan Menteri Pariwisata.

Selain ditandatangani oleh ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Jakarta Timur Abhinyano, surat terbuka juga ditandatangani okeh ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Jakarta Utara Wiryawan dan Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Jakarta Barat Billy Gunawan.

Baca juga: Pengurus Kelenteng Tuban: Kami Hanya Ingin Indonesia Damai

Sebelumnya, puluhan massa berbagai elemen menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Jatim. Mereka mendesak agar patung tersebut segera dirobohkan karena tidak terkait dengan histori sejarah bangsa Indonesia.

Patung setinggi lebih dari 30 meter yang berdiri menghadap ke laut tersebut diresmikan pada 17 Juli 2017 lalu. Patung tersebut dinobatkan sebagai patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen terbesar se-Asia Tenggara.

Kompas TV Massa bahkan memberi tenggat waktu hingga 7x24 jam kepada pengurus kelenteng agar merobohkan patung simbol dewa perang dari Tiongkok itu.

PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM