PT TMJ Usulkan Tarif Tol Bawen-Salatiga Rp 1.000 Per Kilometer - Kompas.com

PT TMJ Usulkan Tarif Tol Bawen-Salatiga Rp 1.000 Per Kilometer

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 11/08/2017, 09:20 WIB
Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.KOMPAS.com/ RODERICK ADRIAN MOZES Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

UNGARAN, KOMPAS.com - PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Semarang-Solo memproyeksikan tarif tol seksi III Semarang-Solo atau ruas Bawen-Salatiga Rp 1.000 per kilometer.

Direktur Operasional dan Teknik PT Trans Marga Jateng (TMJ), Ali Zainal Abidin mengatakan, usulan besaran tarif Rp 1.000 per kilometer tersebut karena mempertimbangkan tambahan investasi yang dikeluarkan selama pembangunan konstruksi ruas tol sepanjang 17.6 kilometer tersebut.

Baca juga: Usai BRT Tawang-Bawen, Jateng Bakal Tambah Trayek BRT di Tiga Kota Ini

Menurut Ali, besaran tarif Rp 1.000 per kilometer ini sifatnya masih usulan dan belum final, karena masih akan dievaluasi oleh Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) tentang kelayakannya.

"Total tambahan investasinya sekitar Rp 165 miliar," ungkap Ali di sela acara "Temu Pelanggan 2017", di kompleks Rest Area KM 22, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (10/8/2017) siang.

Ia mengungkapkan, beberapa investasi tambahan pada proses pembangunan ruas tol Bawen- Salatiga di antaranya untuk pemasangan pondasi bored pile guna mengatasi pergerakan tanah di wilayah Kandangan.

Selain itu, ada pembangunan overpass PTPN dan sipon atau saluran air yang melewati bawah jalan di wilayah Polosiri.

"Kalau ini bisa diakomodir oleh BPJT, maka tarifnya nanti kurang lebih Rp 1.000 per kilometer," ujarnya.

Masih terkait investasi tambahan, baru-baru ini PT TMJ juga diminta untuk melakukan pelebaran akses keluar tol di Tingkir. Suratnya perihal ini juga sudah ada dari BPJT. Artinya ini juga akan membutuhkan tambahan investasi kembali.

Baca juga: Tol Bawen-Salatiga Terkendala Bukit Polosiri, Jokowi Cek Lapangan

Khusus untuk fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang terkena jalan tol diakui Ali sudah beres. Sedangkan untuk lahan masih ada sebagian kecil yang harus segera diselesaiakan oleh PT TMJ. Hanya saja lahan tersebut berupa Tanah Kas Desa (TKD). Ia berharap secepatnya bisa ada tanah pengganti.

“Atau, kalau menurut aturan yang baru, juga boleh diganti uang sambil dicari tanah penggantinya,” kata Ali.

Kompas TV Presiden Jokowi Cek Progres Tol Bawen-Salatiga

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorFarid Assifa
Komentar