5 Berita Populer Nusantara: Patung Raksasa di Tuban Diprotes hingga Kronologi Anjing Pitbull Gigit Anak Tuannya hingga Tewas - Kompas.com

5 Berita Populer Nusantara: Patung Raksasa di Tuban Diprotes hingga Kronologi Anjing Pitbull Gigit Anak Tuannya hingga Tewas

Caroline Damanik
Kompas.com - 08/08/2017, 07:31 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan  alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen  dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu. ANTARA FOTO/AGUK SUDARMOJO Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu.

KOMPAS.com - Polemik terhadap keberadaan patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, dinilai tak usah dibesar-besarkan.

Menurut Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Tuban-Bojonegoro, Agus Maimun, warga Tuban sendiri yang berinteraksi dengan aktivitas kelenteng tidak merasa terganggu dengan patung itu.

Sebelumnya, protes, termasuk dalam unjuk rasa, mengalir terhadap patung yang diresmikan tahun lalu itu. Massa mendesak agar patung tersebut segera dirobohkan karena tidak terkait dengan sejarah bangsa Indonesia.

Sementara itu, di Malang, anjing pitbull yang menggigit anak tuannya hingga tewas dititipkan ke rumah bapak asuh. Anjing itu dinilai agresif.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, polisi lalu menyampaikan kronologi kejadian yang menyebabkan Sasa, bocah 8 tahun itu, meninggal dunia.

Berikut ini 5 berita terpopuler dari seantero Nusantara sepanjang hari kemarin yang tak boleh Anda lewatkan:

1. Massa Unjuk Rasa Desak Patung Megah di Kelenteng Tuban Dirobohkan

Massa dari gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Timur Surabaya, Senin (7/8/2017).

Mereka meminta patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, segera dirobohkan.

Selain berorasi, massa juga membawa puluhan poster bernada protes dan gambar patung yang mereka sebut sebagai panglima perang Tiongkok itu dengan tulisan "Robohkan".

Baca selengkapnya: Massa Unjuk Rasa Desak Patung Megah di Kelenteng Tuban Dirobohkan
Baca juga: Giliran Patung Arjuna Memanah yang Dibakar


2. Dedi Mulyadi Jamin Biaya Kehidupan Istri Pria yang Dibakar di Bekasi

Bakal calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi kediaman Siti Jubaedah, istri dari seorang pria yang dibakar hidup-hidup di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (7/8/2017) pagi.

Kedatangannya untuk mengucapkan rasa bela sungkawa kepada istri korban yang memiliki anak kecil dan sedang hamil tujuh bulan itu.

"Saya datang ke sini untuk mengucapkan rasa belasungkawa kepada keluarga. Semoga diberikan ketabahan dan kesabaran," ucap Dedi di hadapan istri dan keluarga korban, Senin.

Baca selengkapnya: Dedi Mulyadi Jamin Biaya Kehidupan Istri Pria yang Dibakar di Bekasi
Baca juga: Pria yang Dibakar Hidup-hidup di Bekasi Sempat Bilang Saya Enggak Maling


3. Jangan Besar-besarkan Polemik Patung Raksasa di Kelenteng Tuban

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jatim, Agus Maimun, meminta polemik patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, tidak usah dibesar-besarkan.

Menurut dia, warga Tuban sendiri yang berinteraksi dengan aktivitas kelenteng tidak merasa terganggu dengan adanya patung berukuran besar itu.

"Rumah saya 20 meter dari kelenteng, tapi saya dan warga di sekitar rumah saya tidak pernah membahas masalah patung tersebut," ucap legislator dari dapil Tuban-Bojonegoro ini, Selasa (7/8/2017).

Dia menyebutkan, kelenteng-kelenteng di berbagai daerah juga banyak yang mendirikan patung bahkan lebih tinggi seperti yang ada di Tuban, tetapi tidak menjadi polemik.

Baca selengkapnya: Jangan Besar-besarkan Polemik Patung Raksasa di Kelenteng Tuban
Baca juga: Wagub Jatim Minta soal Patung Raksasa di Kelenteng Segera Diselesaikan


4. Kronologi Kejadian Anjing Pitbull Gigit Bocah 8 Tahun hingga Tewas

MALANG, KOMPAS.com - Ramisya Bazigha, seorang bocah berusia 8 tahun meninggal akibat digigit anjing jenis pitbull classic di bagian lehernya, Minggu (6/8/2017), di rumahnya di Jalan Candi Penataran, Kelurahan Mojolangu, Kota Malang.

Anjing itu merupakan peliharaan orangtuanya. Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, mengatakan, kondisi rumah ketika itu sedang sepi. Hanya ada korban bersama neneknya, Sri Hartatik.

Tidak lama setelahnya, nenek korban yang tengah menjalankan ibadah shalat mendengar jeritan. Setelah keluar, anjing yang dalam kondisi terikat tengah mengigit leher korban.

"Kan orangtuanya tidak di rumah. Yang ada neneknya. Saat neneknya shalat dengar ada jeritan. Itu ternyata digigit anjing leher cucunya itu," katanya, Senin (7/8/2017).

Baca selengkapnya: Kronologi Kejadian Anjing Pitbull Gigit Bocah 8 Tahun hingga Tewas
Baca juga: Anjing Penggigit Bocah hingga Tewas Itu Pernah Juarai Kontes


5. Pengurus Kelenteng Tuban: Kami Hanya Ingin Indonesia Damai

Pengurus Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban tidak menginginkan patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen menjadi polemik yang mengancam integritas bangsa. Karena itu, pengurus bersepakat tidak banyak berkomentar menyikapi polemik tersebut.

"Saya no comment. Kami hanya ingin Indonesia damai," kata Ketua Umum Tempat Ibadah Tri Dharma Klentang Kwan Sing Bio Tuban, Gunawan, dikonfirmasi, Senin (7/8/2017).

Menurut dia, dibangunnya patung tersebut tidak lain hanya untuk pemujaan. Karena dalam keyakinannya, Kongco Kwan Sing Tee Koen termasuk dari kalangan dewa.

Sebelumnya, puluhan orang  berbagai elemen menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Jatim. Mereka mendesak agar patung tersebut segera dirobohkan karena tidak terkait dengan sejarah bangsa Indonesia.

Baca selengkapnya: Pengurus Kelenteng Tuban: Kami Hanya Ingin Indonesia Damai
Baca juga: Wagub Jatim Minta soal Patung Raksasa di Kelenteng Segera Diselesaikan

 

 

Kompas TV Ibu Negara Iriana Kagum Lihat Replika Presiden Jokowi

PenulisCaroline Damanik
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM