Wagub Jatim Minta soal Patung Raksasa di Kelenteng Segera Diselesaikan - Kompas.com

Wagub Jatim Minta soal Patung Raksasa di Kelenteng Segera Diselesaikan

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Kompas.com - 07/08/2017, 21:12 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan  alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen  dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu. ANTARA FOTO/AGUK SUDARMOJO Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu.

SURABAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, meminta agar polemik patung dewa di Tuban, Jawa Timur untuk segera diselesaikan supaya tidak merembet ke daerah lain.

"Saya sudah berkomunikasi dengan bupati dan Kapolres Tuban, agar segera diselesaikan permasalahan yang terjadi," katanya, Senin (7/8/2017).

Dia mengaku sudah mendengar perihal perizinan patung yang dimaksud. Karena masalah tersebut adalah wewenang daerah, maka dia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera menyelesaikan dengan baik.

"Yang penting harus segera dilokalisasi," ucapnya.

Baca juga: Pengurus Kelenteng Tuban: Kami Hanya Ingin Indonesia Damai

Sebelumnya, puluhan orang berbagai elemen menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Jatim. Mereka mendesak agar patung tersebut segera dirobohkan karena tidak terkait dengan histori sejarah bangsa Indonesia.

Patung setinggi lebih dari 30 meter yang berdiri menghadap ke laut tersebut diresmikan pada 17 Juli 2017 lalu. Patung tersebut dinobatkan sebagai patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen terbesar se-Asia Tenggara.

Kompas TV Prosesi ritual Naga Buka Mata mengawali perayaan Cap Go Meh tahun 2017. Satu per satu replika naga secara bergiliran masuk ke Klenteng Kwan Tie Bo Pontianak untuk dilakukan ritual Naga Buka Mata oleh seorang suhu. Ritual ini juga merupakan satu di antara rangkaian puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2568. Sedikitnya 8 ekor replika naga dari berbagai yayasan mengikuti prosesi sakral ini. Selain kerumunan kaum Tionghoa, ribuan warga Pontianak juga tak mau ketinggalan menyaksikan ritual ini. Mereka rela berdesakan untuk melihat langsung kedelapan replika naga yang menjalani ritual. Usai melaksanakan ritual Buka Mata, pada puncak acara nanti, para naga akan diarak keliling Kota Pontianak. Tradisi ini bermakna sebagai simbol pemberian berkah, keselamatan serta mengusir roh-roh jahat.

PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorErlangga Djumena

Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM