Ketua KPK Masih Tunggu Laporan Penyidik soal Kasus PDAM Kendari - Kompas.com

Ketua KPK Masih Tunggu Laporan Penyidik soal Kasus PDAM Kendari

Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Kompas.com - 31/07/2017, 21:30 WIB
Ketua KPK RI Agus Raharjo bersama Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono dan pejabat negara lainnya dalam konfrensi pers di Kendari. (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI Ketua KPK RI Agus Raharjo bersama Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono dan pejabat negara lainnya dalam konfrensi pers di Kendari. (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)

KENDARI, KOMPAS.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Agus Raharjo membenarkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di PDAM Kota Kendari.

Agus mengaku, petugas KPK telah turun melakukan penyelidikan, namun kasus ini belum bisa dibuka ke publik. Pihaknya masih menunggu hasil dari laporan tim KPK di lapangan.

"Proses penyelidikan suatu kasus, KPK melakukan penyelidikan secara terbuka dan penyelidikan tertutup. Mungkin saja teman-teman yang datang itu melakukan penyelidikan yang terbuka, saya sendiri masih laporan yang turun di lapangan," ungkap Agus saat konferensi pers di Kendari, Senin (31/7/2017).

Baca juga: Tim KPK Datangi Kantor Dinas PU dan PDAM Kendari

Seperti diberitakan, pertengahan bulan Juli ini, tiga petugas KPK mendatangi sejumlah kantor Pemerintahan Kota Kendari untuk melakukan penyelidikan dan klarifikasi seputar laporan dugaan korupsi tahun 2011 di PDAM Kota Kendari.

Tiga petugas KPK itu mendatangi kantor Dinas PU dan PDAM Kota Kendari, kantor BPKAD Kota Kendari dan DPRD Kota.

Anggota DPRD Kendari, Laode Ashar yang dimintai keterangan penyidik KPK mengungkapkan, dirinya ditanyai tentang penyertaan modal di PDAM tahun 2011 dan proyek lingkar luar kota sepanjang 40 kilometer yang menghubungkan Jalan Budi Utomo, Kecamatan Puwatu dengan kawasan Pelabuhan Bungkutoko dengan total anggaran Rp 240 miliar.

"Kalau untuk penyertaan modal saya tidak bisa jelaskan karena bukan anggota Pansus, hanya waktu itu ada yang walk out karena tidak setuju prosesnya," ujar Ashar dihubungi via telepon selulernya.

Baca juga: Uang Kas Rp 1,2 Miliar Raib, 2 Pegawai PDAM Makassar Diperiksa

Untuk jalan lingkar luar kota, ia mengaku ada kejanggalan dalam proyek itu, di antaranya pengerjaan jalan yang lebih banyak pengantingan di banding pengaspalan.

Kompas TV Seorang warga Kota Medan melakukan aksi menumpang mandi di kantor DPRD Sumatera Utara sebagai ungkapan kekecewaan.

PenulisKontributor Kendari, Kiki Andi Pati
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM