Kepala Desa Tertangkap Tangan Lakukan Pungli Sebesar Rp 515 Juta - Kompas.com

Kepala Desa Tertangkap Tangan Lakukan Pungli Sebesar Rp 515 Juta

Kontributor Purwokerto, M Iqbal Fahmi
Kompas.com - 17/07/2017, 18:58 WIB
ilustrasi rupiahthikstockphotos ilustrasi rupiah

CILACAP, KOMPAS.com - Satuan Petugas Sapu Bersih Pungutan Liar Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Desa Widarapayung Kulon, Kecamatan Binangun bernama Ridwan (40), Jumat (23/6/2017).

Ridwan diamankan bersama barang bukti uang sebesar Rp 515 juta yang diduga merupakan hasil pungutan liar kepada PT Lautan Emas Jaya (LEJ) yang beralamat di Jalan Lancang desa setempat.

Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebanyak Rp 100 juta, dan cek sebesar Rp 415 juta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap AKP Agus Supriyadi saat merilis hasil OTT, Senin (17/7/2017) mengatakan, pada tanggal tersebut, petugas mendapat informasi bahwa akan ada transaksi pungli yang dilakukan tersangka kepada PT LEJ dengan modus menarik kompensasi atas aktivitas usaha tambak udang seluas 35 hektar di pesisir Pantai Widarapayung Kulon.

Agus menjelaskan, sebelum dikelola sebagai tambak udang oleh PT LEJ, pada tahun 1970 lahan tersebut digarap oleh warga setempat untuk menanam pohon kelapa, pepaya, dan sebagainya. Baru pada 2014, PT LEJ masuk ke desa tersebut dan mengganti hasil garapan masyarakat.

"Berdasarkan keterangan pihak PT Lautan Emas Jaya sudah dibayar lunas. Namun oknum Kades Widarapayung masih saja melakukan pungli terkait dengan permasalahan tersebut," katanya.

(Baca juga: Lapas Banyuasin Ricuh setelah Napi Demo Terkait Pungli)

Agus mengungkapkan, modus yang digunakan tersangka yakni dengan membuat Peraturan Desa (Perdes) mengenai pungutan kompensasi tersebut tanpa meminta legalitas kepada Bupati Cilacap melalui Camat Binangun. Oleh karena itu, perdes tersebut dinilai cacat hukum.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kasubbag Perundang-undangan Kabupaten Cilacap, memang betul perdes itu tidak sah," katanya.

Agus menuturkan, berdasarkan keterangan PT LEJ, uang kompensasi yang dimaksud telah dibayar lunas dalam dua tempo pembayaran. Pertama diangsur sebesar Rp 1,5 miliar, dan kedua sebesar Rp 3,1 miliar.

“Walau sudah lunas, oknum kades tersebut tetap meminta uang kompensasi hasil panen tambak udang kepada PT Lautan Emas Jaya, sehingga perusahaan melaporkan hal tersebut kepada Tim Saber Pungli,” ujarnya.

Selain uang tunai, petugas juga menyita sejumlah cek dan lembaran peraturan desa tentang kompensasi tersebut.

“Tersangka saat ini kami tahan untuk mempermudah proses penyidikan,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun.

 

Kompas TV Polisi Periksa Sipir Terkait Pungli di Lapas Palembang

PenulisKontributor Purwokerto, M Iqbal Fahmi
EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

Nasional
Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Nasional
KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

Megapolitan
Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan