Dievakuasi dari Kebun Karet, Tubuh Orangutan Dipenuhi Puluhan Peluru - Kompas.com

Dievakuasi dari Kebun Karet, Tubuh Orangutan Dipenuhi Puluhan Peluru

Kontributor Medan, Mei Leandha
Kompas.com - 17/07/2017, 17:02 WIB
Kompas TV Bayi Orangutan Berhasil Diselamatkan Petugas

MEDAN, KOMPAS.com - Tim Human- Orangutan Conflict Rescue Unit (HOCRU) dan Yayasan Orangutan Sumatra Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) mengevakuasi lima individu orangutan yang selama ini terisolasi. Satu di antara orangutan yang diselamatkan, tubuhnya dipenuhi puluhan peluru.

Evakuasi dilakukan di beberapa lokasi berbeda yaitu Desa Kampung Batu, Bakongan, Aceh Selatan dan di Dusun Kermal, Desa Tenggulun, Aceh Tamiang. Kemudian di perkebunan karet milik warga dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat - Sumatera Utara. 

 

Direktur YOSL-OIC Panut Hadisiswoyo yang dikonfirmasi mengatakan, setelah berhasil dievakuasi, individu orangutan tersebut dilepasliarkan ke alam bebas di kawasan hutan Leuser, Aceh.

Di lokasi pertama, kata dia, tim HOCRU melakukan evakuasi terhadap dua individu orangutan indukan dan bayi dari sebuah perkebunan kelapa sawit di Desa Kampung Batu.

"Evakuasi berjalan lancar. Dua individu orangutan yang dievakuasi dalam kondisi yang sehat dan dilakukan pelepasam di tempat yang lebih aman," kata Panut, Senin (17/7/2017).

 

Baca juga: 7 Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen Kaltim

Evakuasi kedua dilakukan setelah tim menerima informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada tiga individu orangutan di Dusun Kermal. 

Evakuasi pun dilakukan pihaknya bekerja sama dengan pihak BKSDA Aceh, BBTNGL dan masyarakat lokal.

Setelah melalui proses pencarian yang tidak mudah, akhirnya ditemukan dua individu orangutan terisolasi di perkebunan karet milik warga. Hasil pemeriksaan fisik dokter hewan OIC diketahui, kedua individu itu adalah induk orangutan yang diperkirakan berusia 30 tahun, dan anak jantannya yang diperkirakan berumur setahun. 

"Mata kiri induk orangutan itu buta, ada tiga peluru di mukanya. Meski secara keseluruhan kondisi fisiknya sehat," ucapnya.

Terakhir, tim melakukan evakuasi di perkebunan karet milik warga Dusun Pancasila setelah tim HOCRU mendapat informasi dari tim Wildife Conservation Society (WCS).

Diduga orangutan ini telah lama terisolasi karena ditemukan sarang yang kondisinya tidak baru lagi. Evakuasi dilakukan bersama BKSDA Langkat dan BBTNGL serta dibantu masyarakat sekitar.

"Diperkirakan umurnya sekitar 30 tahunan, sedikitnya 20 peluru ditemukan di tubuhnya. Namun secara keseluruhan dinyatakan sehat sehingga dapat langsung dievakuasi ke area Taman Nasional Gunung Leuser," kata Panut lagi.

PenulisKontributor Medan, Mei Leandha
EditorErlangga Djumena

Komentar

Close Ads X