Wisatawan Singapura Ini Hilang di Manggarai Barat Saat "Diving" - Kompas.com

Wisatawan Singapura Ini Hilang di Manggarai Barat Saat "Diving"

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 14/07/2017, 10:27 WIB
Ilustrasi wisatawanKOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ilustrasi wisatawan

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Wisatawan asal Singapura Rinta Paul Mukkan (30) dilaporkan hilang, saat diving bersama 15 orang temannya di Perairan Gili Lawa Laut, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (13/7/2017) sore.

Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat AKBP Supiyanto mengatakan, wisatawan asal Singapura yang hilang itu bernomor paspor E5138928H.

"16 wisatawan asal Singapura termasuk Rinta Paul Mukkan menumpang Kapal Layar Motor (Seamore Papua GT 90. 463/LLg, dengan rute dari Pelabuhan Labuan Bajo, menuju Pulau Rinca, Pulau Komodo dan sekitarnya," kata Supiyanto kepada Kompas.com, Jumat (14/7/2017)

Kapal tersebut, sambung Supiyanto, dinahkodai Rifalmi dengan tour guide sebanyak empat orang dan 11 orang kru kapal.

(Baca juga: Seberangi Sungai Pat Nusakambangan, Satu Wisatawan Hilang)

Rencananya, 16 orang dari Singapura akan melaksanakan tur wisata dengan menggunakan KLM Seamore selama lima hari yang dimulai pada Rabu (12/7/2017).

Berdasarkan keterangan dari pendamping yang bernama Ajidan, ke-16 wisatawan itu membagi diri menjadi empat kelompok saat melakukan diving. Setiap kelompok didampingi seorang pendamping.

"Wisatawan yang hilang itu, bergabung di kelompok dua dan dugaan sementara ia hilang karena terbawa arus," ungkap Supiyanto.

Sementara itu, Kepala Badan SAR Kupang Gede Ardana mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya wisatawan asing yang hilang pada Kamis (13/7/2017) sekitar pukul 14.30 Wita sore.

(Baca juga: Hujan Lebat, Seorang Wisatawan Hilang di Obyek Wisata Ranto Canyon)

Setelah menerima laporan, pihaknya memberangkatkan tim penyelamat dari Pos SAR Manggarai Barat yang berjumlah enam orang dengan menggunakan RIB 400 PK, menuju lokasi.

"Menurut informasi, warga negara Singapura itu melakukan diving di perairan Gililawa Laut siang tadi sekitar pukul 11.40 Wita," kata Ardana kepada Kompas.com, Kamis malam.

Setelah tiba di lokasi kejadian, tim SAR sempat berkoordinasi dengan kru kapal layar motor Seamore Papua, untuk sama-sama melakukan pencarian. Namun hingga pukul 18.25 Wita, pencarian tidak membuahkan hasil. Operasi pencarian dilanjutkan hari ini pukul 6.00 Wita. 

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X