Hendak Mencari Makanan untuk Sapi, Hendrikus Temukan Mayat Perempuan - Kompas.com

Hendak Mencari Makanan untuk Sapi, Hendrikus Temukan Mayat Perempuan

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 08/07/2017, 17:28 WIB
IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

ATAMBUA, KOMPAS.com - Warga Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berbatasan dengan Negara Timor Leste, menemukan sesosok jenazah perempuan muda di jalan raya wilayah itu.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, korban bernama Maria Fatima Kiik (19), warga Dusun Laktutus, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu.

" Mayat Maria pertama kali ditemukan oleh seorang warga Desa Fatuketi yang bernama Hendrikus di kilometer 8 jurusan Atapupu - Lakafehan, pada Jumat (7/7/2017) kemarin sekitar pukul 13.00 Wita," kata Jules kepada Kompas.com, Sabtu (8/7/2017).

Baca juga: Mayat Wanita Berbaju Tank Top Ditemukan di Bawah Jembatan Krasak

Penemuan mayat itu lanjut Jules, bermula ketika saksi Hendrikus bersama dengan dua adiknya yang bernama Jefri dan Mauk, pergi untuk mencari makanan untuk sapi mereka.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), saksi melihat ada seorang yang dalam keadaan telungkup di pinggir ruas jalan yang selama ini jalan tersebut sudah tidak digunakan lagi, karena sudah ada jalan baru.

Melihat itu kata Jules, saksi kemudian kembali dan memberitahukan hal tersebut kepada saksi lainnya yang bernama Agus Susilo. Mereka kemudian bersama-sama pergi ke TKP untuk memeriksanya.

"Sesampainya di TKP saksi-saksi mendekatin sosok mayat itu ternyata berjenis kelamin perempuan, sehingga saksi langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke anggota Polres Belu melalui telepon genggam,"ucapnya.

Saat ditemukan, Maria mengenakan kaos biru dan celana panjang jeans warna biru tua. Setelah mendapat laporan itu, polisi kemudian turun ke TKP dan melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Di sekitar TKP polisi menemukan sepasang sandal wanita warna ungu, satu lembar uang pecahan Rp 10.000, satu lembar uang pecahan Rp 20.000, satu buah tas dan dompet warna hitam, satu buah kaca mata hitam, KTP dan KIS, serta satu buah bedak kosmetik.

Polisi kemudian membawa jasad Maria ke Rumah Sakit Umum Daerah Atambua untuk dilakukan visum et repertum. Selanjutnya, jenazah Maria pun dibawa ke rumah duka.

"Untuk penyebab kematiannya (Maria) belum bisa kita sampaikan karena hasil visum dari dokter belum keluar. Saat ini kita sedang lakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematiannya," sebutnya.

Baca juga: Mayat Pria yang Hanya Pakai Celana Dalam Ditemukan di Sungai Lusi

Kompas TV Mayat Misterius dalam Karung Ditemukan di Pinggir Pantai

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorErlangga Djumena

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM