Salurkan Raskin, Petugas Ini Harus Susuri Sungai Deras Hingga 3 Jam - Kompas.com

Salurkan Raskin, Petugas Ini Harus Susuri Sungai Deras Hingga 3 Jam

Kontributor Lhokseumawe, Masriadi
Kompas.com - 20/06/2017, 05:39 WIB
KOMPAS.com/Masriadi Polisi mengangkut beras dari mobil ke perahu di pinggir Sungai Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Minggu (19/6/2017)

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Sejumlah warga desa bersiaga di tepi Sungai Simpang Jernih, Aceh Timur, Minggu (18/6/2017) sore. Mereka sibuk mengangkut karung beras dari mobil bak terbuka ke sampan.

Dua polisi Brigadir Dadang Irawan dan Brigadir A Rahman Nazir dari Polsek Simpang Jernih, Aceh Timur turut membantu. Kedua brigadir itu menemani perjalanan boat dari pinggiran ibu kota kecamatan Simpang Jernih ke kawasan pedalaman itu.

Tak tanggung-tanggung, mereka harus menyusuri derasnya Sungai Simpang Jernih yang beberapa kali memakan korban jiwa.

Beras untuk rakyat miskin itu didistribusikan ke beberapa desa, yakni Desa Meulidi, Ranto Naro, Tampur Bor, dan Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Perlahan boat yang ditumpangi mereka melaju membelah sungai dengan air nan keruh. Perjalanan boat ini memakan waktu tiga jam hingga tiba di desa tujuan.

"Satu-satunya jalur ke empat desa itu harus melewati sungai,” ujar Brigadir Dadang.

(Baca juga: Bantu Kelaparan di Afrika, Warga Sumut dan Aceh Kirim 225 Ton Beras)

 

Dia menyebutkan, butuh keberanian khusus bagi orang yang baru menaiki boat kayu sederhana itu. “Ombak air sungai agak deras, jadi kadang-kadang agak khawatir juga kita,” tambahnya.

Kapolsek Simpang Jernih, Iptu Ismail Samri menyebutkan, pengawalan itu dilakukan secara gratis. Sebab, belasan ton beras itu harus dipastikan diterima oleh masyarakat miskin.

“Jangan sampai ada yang tidak menerima. Ini bagian tugas kita memberikan layanan pengamanan pada masyarakat dan memastikan bantuan tepat sasaran,” ucapnya.

(Baca juga: Polisi Amankan 4,5 Ton Beras Miskin Hasil Curian)

Meski medan yang ditempuh berat, polisi tetap mengawal agar beras sampai ke tujuan. “Medan yang berat ini harus kita lewati. Terpenting, berasnya sampai ke masyarakat dalam kondisi baik. Ini salah satu pengorbanan dua brigadir itu yang saya apresiasi,” pungkasnya.

PenulisKontributor Lhokseumawe, Masriadi
EditorReni Susanti
Komentar