Bertarung dengan Buaya 7 Meter, Tahir Kehilangan Tangan Kirinya - Kompas.com

Bertarung dengan Buaya 7 Meter, Tahir Kehilangan Tangan Kirinya

Kontributor Nunukan, Sukoco
Kompas.com - 19/06/2017, 19:47 WIB
Kontributor Nunukan, Sukoco (Foro Sayid) Tahir warga Desa Pembeliangan Kabupaten Nunukan ang menjadi korban penyerangan buaya sepanjang 7 meter di Sunagi Sebuku. Akibat serangan tersebut, tangan kiri Tahir putus hingga lengan atas. Sepanjang Sungai Sebuku memnag terkenal sebagai habitat buaya muara.

NUNUKAN, KOMPAS.com - Tahir (40), warga Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kehilangan tangan kirinya setelah bertarung dengan seekor buaya sepanjang 7 meter.

Ibrahim, Tetangga yang juga ikut menolong korban, mengatakan, Tahir disambar buaya saat sedang memancing di Sungai Sebuku.

"Kejadian Sabtu jam 17.00 Wita. Dia (korban) mancing sendiri karena dia memang pekerjaannya nelayan," ujar Ibrahim, Senin (19/6/2017).

Baca juga: Pria Ini Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai

Ibrahim menambahkan, buaya yang sudah mendapatkan tangan kiri Tahir terur menyerang perahu korban. Serangan buaya membuat korban mengalami luka robek di telinga kiri dan membuat korban terpental ke pinggir sungai yang kebetulan terdapat sebuah pohon.

Buaya yang menggigit tangan Tahir terus menyerang korbannya yang berhasil berlindung di balik pohon.

“Tangan kirinya sudah putus, dia berlindung di balik pohon, tapi buaya itu masih menyerang si Tahir,” jelas Ibrahm.

Setelah memastikan buaya yang menyerangnya pergi, Tahir kemudian kembali ke perahunya dan menghubungi adiknya untuk meminta pertolongan.

Warga yang menolong Tahir kemudian langsung melarikan korban ke Puskesmas Sebuku, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Malinau karena jaraknya yang lebih dekat.

“Jam 22:00 wita langsung dilarikan ke RSUD Malinau. Tadi siang saya barusan telepon keluarganya katanya tanaganya dioperasi,” ucap Ibrahim.

Baca juga: Menyelam di Laut, Seorang Warga Pulau Banyak Diterkam Buaya

Ibrahim yang juga merupakan ketua RT 02 di Desa Pembeliangan, kejadian buaya menyerang manusia di sepanjang Sungai Sebuku sudah sering terjadi. Tahun 2016 tercatat 2 warga Desa Pembeliangan meninggal karena diserang buaya di Sungai Sebuku yang memang merupakan habitat buaya muara tersebut. Parahnya, tidak ada rambu-rambu peringatan terhadap buaya di sepanjang Sungai Sebuku.

“Tidak ada peringatan sama sekali di sini. Dua korban yang ditemukan tinggal tulang belulang itu baru korban dari Desa Pembeliangan saja, belum dari desa lain,” pungkas Ibrahim.

Kompas TV Sebuah rekaman pemantau di salah satu vila Kota Kariba, Zimbabwe, merekam peristiwa serangan buaya di kolam renang.

PenulisKontributor Nunukan, Sukoco
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X