Buni Yani: Pak Ahok Dipenjara, Seharusnya Kasus Saya Dihentikan - Kompas.com

Buni Yani: Pak Ahok Dipenjara, Seharusnya Kasus Saya Dihentikan

Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Kompas.com - 13/06/2017, 12:40 WIB
KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI Buni Yani saat berorasi di depan massa pendukungnya di Pengadial Negeri Bandung, Selasan (13/6/2017)

BANDUNG, KOMPAS.com - Buni Yani, terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-undang ITE, berorasi di hadapan massa pendukungnya setelah menghadiri sidang perdananya di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LRE Martadinata, Selasa (13/6/2017).

Sesaat setelah sidang selesai, Buni langsung mendatangi massa pendukungnya yang telah hadir sejak pagi hari. Buni Yani pun diminta naik ke atas mobil bak terbuka dan mulai berorasi.

"Terima kasih kepada teman-teman yang telah membela keadilan dan melawan kezaliman. Kita akan selalu mengawal NKRI untuk menuntut keadilan setegak-tegaknya di Indonesia karena kita cinta demokrasi kita cinta negara ini dan kita harus melawan kezaliman," ucap Buni dengan menggunakan mikrofon.

Buni menilai, kasusnya tersebut seharusnya dihentikan. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah terbukti bersalah dan dipenjara.

"Nah sekarang seperti dikatakan tadi sebetulnya ketika Pak Gubernur Ahok sudah dipenjara maka seharusnya kasus saya dihentikan. Tetapi mengapa sekarang kasus saya dinaikkan ke pengadilan? ini amat tidak masuk akal. Logika hukumnya dimana?," ujar Buni dengan nada lantang.

(Baca juga: Buni Yani: Saya Kok Merasa Dipersulit Ya...)

Dengan ditetapkannya Ahok sebagai terdakwa, lanjut Buni, itu menjadi fakta hukum bahwa tudingan terhadapnya terbantahkan.

"Karena Pak Ahok itu sudah dipenjara dulu saya didakwakan ditersangkakan seolah karena saya memfitnah Ahok. Lalu Pak Ahok menjadi terdakwa, fakta hukum mengatakan bahwa Ahok sudah masuk penjara. Artinya saya tidak memfitnah tidak menistakan agama," ungkapnya.

 

Kompas TV Menurut Ahok, Buni Yani menambahkan kalimat provokatif saat memposting video tersebut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani
EditorCaroline Damanik

Komentar

Terkini Lainnya

Anies Promosikan 'Revolusi Putih' Prabowo di Cilandak Barat

Anies Promosikan "Revolusi Putih" Prabowo di Cilandak Barat

Megapolitan
Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Olahraga
15 Petugas Dishub 'Abal-abal' Diamankan di Kebon Jeruk

15 Petugas Dishub "Abal-abal" Diamankan di Kebon Jeruk

Megapolitan
PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

Nasional
Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Megapolitan
Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Regional
Anggota Brimob yang Asuh 64 Anak Miskin dan Yatim Dapat Hadiah Umrah

Anggota Brimob yang Asuh 64 Anak Miskin dan Yatim Dapat Hadiah Umrah

Regional
'Revolusi Putih' Prabowo yang Akhirnya Dijalankan Anies-Sandi di DKI...

"Revolusi Putih" Prabowo yang Akhirnya Dijalankan Anies-Sandi di DKI...

Megapolitan
Berita Terpopuler: Organ Vital Jenazah Calon Tentara yang Hilang, hingga Desa di Swiss Tawarkan Sejumlah Uang

Berita Terpopuler: Organ Vital Jenazah Calon Tentara yang Hilang, hingga Desa di Swiss Tawarkan Sejumlah Uang

Internasional
Bersih dari Longsoran, Rel KA Jalur Selatan Dinyatakan Aman Dilintasi

Bersih dari Longsoran, Rel KA Jalur Selatan Dinyatakan Aman Dilintasi

Regional
Dari Tim Gubernur sampai Kolam Air Mancur, Anggaran DKI Tahun 2018 yang Menyita Perhatian...

Dari Tim Gubernur sampai Kolam Air Mancur, Anggaran DKI Tahun 2018 yang Menyita Perhatian...

Megapolitan
Cerita Udin Bertahan Jadi Ojek Sepeda Ontel di Tengah Serbuan Ojek 'Online'

Cerita Udin Bertahan Jadi Ojek Sepeda Ontel di Tengah Serbuan Ojek "Online"

Megapolitan
Kurang Apa Indonesia dengan Papua...

Kurang Apa Indonesia dengan Papua...

Nasional
Wajah Paledang, Etalase Parfum Murah Meriah di Kota Bandung

Wajah Paledang, Etalase Parfum Murah Meriah di Kota Bandung

Regional
Imbas Proyek Jembatan Jatiwaringin, Warga Bingung Cari Jalan Alternatif

Imbas Proyek Jembatan Jatiwaringin, Warga Bingung Cari Jalan Alternatif

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM