Hadiri Perayaan HUT Gunungkidul, Mbah Ponco "Diserbu" Penggemarnya - Kompas.com

Hadiri Perayaan HUT Gunungkidul, Mbah Ponco "Diserbu" Penggemarnya

Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Kompas.com - 24/05/2017, 16:34 WIB
KOMPAS.com/Markus Yuwono Mbah Ponco Sutiyem (95), pemeran Sri dalam film Ziarah, duduk di antara pejabat Pemkab Gunungkidul, dalam perayaan Hari Jadi ke-186 Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, di Alun-alun Pemkab Gunungkidul, Rabu (2/5/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ponco Sutiyem (95), pemeran tokoh "Sri" dalam film Ziarah diundang dalam perayaan HUT Ke-186 Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Jarak tempuh rumahnya menuju kantor Pemkab Gunungkidul sekitar 47 kilometer, dirinya harus berangkat sekitar pukul 07.00 WIB atau satu jam sebelum upacara di alun-alun dimulai.

Menggunakan mobil Avanza warna silver jemputan dari pihak Kecamatan Ngawen, dia bersama dua orang anaknya, Sukamti dan Mulyani serta salah satu cucu Mbah Ponco, Risdiyanto.

Baca juga: Berkebaya Hitam Motif Bunga, Mbah Ponco Sutiyem Jadi Tamu Khusus

Duduk di barisan kedua bersama dua putrinya, Mbah Ponco mengaku sudah mempersiapkan diri sejak pukul 04.00 WIB.

Setelah bangun pagi, lalu shalat Subuh, Ponco Sutiyem mengenakan kerudung, baju dan kain jarik terbaiknya. Dia memilih kerudung warna dasar hitam motif warna-warni, baju kebaya warna dasar hitam motif bunga dan jarik warna putih bermotif cokelat.

"Kulo tangi jam 04.00 WIB, gek mangkat jam 07.00 WIB, (Saya bangun jam empat pagi dan berangkat dari rumah jam tujuh)," katanya ditemui seusai upacara, Rabu (23/5/2017).

Mbah Ponco berjalan dengan membungkuk karena faktor usia. Dia dipapah Risdiyanto menapaki tangga masuk alun-alun.

Menempati kursi di antara para camat dan kepala desa, Mbah Ponco duduk di baris paling kanan dan berbatasan langsung dengan panggung utama, yang diduduki bupati dan para pejabat tinggi lainnya.

"Kulo nembe sepindah tumut upacara ten ngalun-alun (Saya baru pertama kali ikut upacara di alun-alun)," ucapnya.

Mbah Ponco tampak antusias menonton hiburan tari-tarian untuk pembukaan peringatan HUT Gunungkidul. Dia sesekali tersenyum saat melihat tarian Tayup.

Duduk berjam-jam mulai sebelum upacara sampai selesai tak membuat semangat Mbah Ponco kendor. Dia tetap duduk tanpa bergeser. "Senang sekali bisa berada di sini," imbuh dia.

Undangan khusus

Bupati Gunungkidul Badingah mengaku mengundang khusus Ponco Sutiyem untuk mengikuti perayaan HUT Ke-186 Kabupaten Gunungkidul. Badingah memberikan undangan langsung ke rumah Ponco Sutiyem di Batusari, Kampung, Ngawen.

"Saya ingin memberikan motivasi kepada masyarakat Gunungkidul untuk mengembangkan potensinya, karena beliau dengan usia 95 tahun bisa berprestasi menjadi nominasi artis terbaik dalam festival film ASEAN," ujarnya.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menambahkan, dirinya sudah menonton film Ziarah, dan merasa takjub dengan akting Mbah Ponco.

"Beliau tampil alami, di usia 95 tahun. Ini luar biasa, dan patut diapresiasi," tandasnya.

Ajang selfie

Seusai upacara, Mbah Ponco langsung diserbu penggemarnya, mulai dari pejabat sampai masyarakat. Mereka silih berganti bersalaman dengan pemeran "Sri" dalam film Ziarah tersebut.

Dengan gaya sederhananya, Mbah Ponco terus tersenyum ketika kamera ponsel mengarah kepada dirinya dan beberapa orang yang berada di sampingnya. Ada puluhan kali, nenek 40 orang cucu ini harus melayani sesi foto dadakan ini.

Meski berbagai gaya ditunjukkan teman fotonya, Mbah Ponco tetap duduk sembari tersenyum.

"Mboten kesel kok, malah remen (Tidak capai kok, malah suka)," kata Mbah Ponco.

Setelah selesai, Mbah Ponco langsung meninggalkan lokasi, dan dilepas langsung Bupati Badingah. Sebelum masuk ke mobil, Mbah Ponco sempat berharap pada kemajuan Kabupaten Gunungkidul.

"Mugi-mugi Gunungkidul gemah ripah lohjinawi (Semoga Gunungkidul tetap makmur)," ucapnya saat bersalaman dengan Bupati Badingah.

Baca juga: Sering Dikunjungi Orang, Kondisi Fisik dan Psikis Mbah Ponco Menurun

Dia masuk ke mobil dan duduk di kursi baris kedua, diapit kedua anaknya untuk kembali berkumpul dengan keluarganya di Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen.

Kompas TV 5 Film Box Office Amerika Pekan Ini

PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM