Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/05/2017, 10:34 WIB

DUMAI, KOMPAS.com - RZ ditangkap setelah memukuli teman kencan sesama jenisnya hingga tewas, Senin (22/5/2017). Keduanya diduga sempat terlibat selisih paham.

RZ mengaku melakukannya karena pasangannya itu enggan membayar layanan yang sudah diberikannya.

"Tersangka sudah kami amankan di tahanan Mapolres Dumai. Dia diduga melakukan tindak pidana penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia," ungkap Kapolres Dumai, AKBP Donal Happy Ginting, Senin siang.

Donal menyebutkan bahwa tersangka diduga menganiaya korban hingga tewas sekitar pukul 01.00 WIB.

Pasca-kejadian, jasad korban sudah dievakuasi dan divisum di Puskesmas Bagan Besar dalam kondisi tidak sadarkan diri. Polisi sudah meminta keterangan dari beberapa saksi mata.

(Baca juga: 14 Gay yang Pesta Seks di Surabaya Masing-masing Bayar hingga Rp 100.000)

Sebelumnya diberitakan, seorang pria diduga penyuka sesama jenis atau gay tega membunuh pasangan kencannya, Senin dinihari.

Peristiwa naas itu terjadi dalam rumah toko milik korban berinisial SY di Gang Assalam, Jalan Soekarno-Hatta, RT 10 Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur.

(Baca juga: Pesta Seks Kelompok Gay Dihadiri Mahasiswa hingga Pedagang Kelontong)


Berita ini telah tayang di Tribunnews.com, Selasa (23/5/2017), dengan judul: Tak Mau Bayar Setelah Bercinta Sesama Jenis, Salah Satunya Kepruk Pasangan Hingga Tewas

 

 

Kompas TV Mengungkap Kasus Prostitusi Gay (Bag 1)

RZ mengaku melakukannya karena pasangannya itu enggan membayar layanan yang sudah diberikannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com