Pelaku Penganiayaan Taruna Akpol Lebih dari Satu Orang - Kompas.com

Pelaku Penganiayaan Taruna Akpol Lebih dari Satu Orang

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 19/05/2017, 15:53 WIB
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono

SEMARANG, KOMPAS.com - Polda Jawa Tengah masih berupaya menuntaskan penyelidikan atas Brigadir Dua Taruna Muhammad Adam, taruna Akpol yang tewas akibat penganiayaan para seniornya.

Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono tidak membantah bahwa pelaku penganiayaaan Adam lebih dari satu orang.

"Iya (dugaannya) mengarah kesana," ujar dia di Semarang, Jumat (19/5/2017). 

Sejauh ini, polisi baru memeriksa 35 orang taruna sebagai saksi atas kematian itu. Mereka yang diperiksa adalah 21 orang taruna tingkat II, serta sisanya taruna tingkat III atau para seniornya. Polisi juga tidak menuntup kemungkinan jika pelaku penganiayaan salah satu dari saksi yang diperiksa.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan, olah TKP, barang bukti sudah disita, pemeriksaan sudah intensif," ucapnya.

Dia mengatakan, hasil otopsi bisa dijadikan dasar bagi penyidik untuk menentukan tindakan lebih lanjut. Hasil forensik sendiri menyebut luka pada korban Muhammad Adam itu berada di dada, yang mengakibatkan sesak nafas, kekurangan oksigen sehingga meninggal dunia.

"Jadi, kita pastikan itu penganiayaan atau pemukulan pada korban tersebut. Itu (hasil forensik) masukan ke tim penyidik Polda Jateng untuk mengarah pada saksi-saksi yang diperiksa," kata Condro.

Baca juga: Polisi Amankan Sabuk dan Tongkat Taruna Akpol yang Tewas Diduga Dianiaya Senior

Kompas TV Seorang taruna akademi kepolisian tewas setelah diduga dianiaya oleh seniornya.

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorErlangga Djumena
Komentar
Terkini Lainnya
'Skytrain' Mulai Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta
"Skytrain" Mulai Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Hari Kerja Pertama di Bulan Ramadhan, Pengaduan di Balai Kota Sepi
Hari Kerja Pertama di Bulan Ramadhan, Pengaduan di Balai Kota Sepi
Megapolitan
Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan Beras dengan Sabun di Gresik
Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan Beras dengan Sabun di Gresik
Regional
Trump Bantah Menantunya Rancang Komunikasi Rahasia dengan Rusia
Trump Bantah Menantunya Rancang Komunikasi Rahasia dengan Rusia
Internasional
Sehari, Polres Nunukan Gerebek 2 Bandar Sabu Jaringan Malaysia
Sehari, Polres Nunukan Gerebek 2 Bandar Sabu Jaringan Malaysia
Regional
5 Berita Populer Nusantara: Di Balik Viralnya Foto 2 Mobil 'Berebut' Jalur hingga Ibu Nuril yang Terjerat UU ITE karena Telepon Atasan
5 Berita Populer Nusantara: Di Balik Viralnya Foto 2 Mobil "Berebut" Jalur hingga Ibu Nuril yang Terjerat UU ITE karena Telepon Atasan
Regional
Misteri Komplotan Teroris Kampung Melayu
Misteri Komplotan Teroris Kampung Melayu
Nasional
Andi Narogong Bersaksi dalam Sidang ke-17 Kasus E-KTP
Andi Narogong Bersaksi dalam Sidang ke-17 Kasus E-KTP
Nasional
Umat Muslim Kota Marawi Lindungi Warga Kristen dari Militan Maute
Umat Muslim Kota Marawi Lindungi Warga Kristen dari Militan Maute
Internasional
Jabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Masjid Subulussalam, Jejak Kesultanan Demak Bintoro di Lereng Gunung Ungaran
Masjid Subulussalam, Jejak Kesultanan Demak Bintoro di Lereng Gunung Ungaran
Regional
Diawali Pertengkaran dengan Istri, Pria Ini Mengamuk dan Bunuh 8 Orang
Diawali Pertengkaran dengan Istri, Pria Ini Mengamuk dan Bunuh 8 Orang
Internasional
Cegah Masuknya Militan ISIS, TNI dan Polri Perketat Pengamanan Perbatasan
Cegah Masuknya Militan ISIS, TNI dan Polri Perketat Pengamanan Perbatasan
Nasional
Menikmati Takjil Bubur Lodeh, Tradisi Buka Puasa dari Abad ke-16
Menikmati Takjil Bubur Lodeh, Tradisi Buka Puasa dari Abad ke-16
Regional
Perlintasan Kereta Api di Pisangan Baru Ditutup untuk Uji Coba
Perlintasan Kereta Api di Pisangan Baru Ditutup untuk Uji Coba
Megapolitan

Close Ads X