Taruna Akpol Tewas, Polisi Periksa 35 Saksi - Kompas.com

Taruna Akpol Tewas, Polisi Periksa 35 Saksi

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 19/05/2017, 13:45 WIB
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Suasana rumah duka Muhammad Adam, Brigadir Dua Taruna Akpol di Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

SEMARANG, KOMPAS.com - Saksi yang diperiksa terkait kematian taruna Akpol Muhammad Adam bertambah menjadi 35 orang. Setelah sebelumnya, polisi memeriksa 21 orang saksi.

"Saksinya 35 orang, baik taruna tingkat 2 atau tingkat 3," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarot Padakova, di Semarang, Jumat (19/5/2017).

Para saksi, sambung dia, merupakan orang yang mengetahui informasi mengenai tewasnya Adam. Mereka yang menyaksikan dan berada di sekitar tempat kejadian di Barak Flat A Lantai 2 di Kompleks Akpol Semarang.

(Baca juga: Teman Seangkatan Sebut Taruna Akpol yang Tewas Dianiaya Selalu Jadi Imam)

 

Djarot mengatakan, pemeriksaan para saksi untuk menentukan kronologi tewasnya Adam. Pengumpulan informasi ini juga dilakukan untuk memuat krnonologi atas kejadian itu.

"Ada upaya penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ini yang perlu diungkap untuk mengetahui siapa pelaku, berperan sebagai apa, ini akan tetap kita lakukan," tambahnya.

Adam sendiri tewas setelah apel malam di Akpol. Sebelum tewas, Adam dibawa ke Rumah Sakit Akpol Semarang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

 

Adam diduga tewas karena dianiaya para seniornya. Dalam tubuh korban ditemukan bekas luka lebam, tepatnya di bagian dada.

(Baca juga: Polisi Amankan Sabuk dan Tongkat Taruna Akpol yang Tewas Diduga Dianiaya Senior)

 

Berdasar hasil autopsi tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polri di Semarang, Adam meninggal karena gagal nanas akibat hantaman benda keras di bagian dada. 

Kompas TV Seorang taruna akademi kepolisian tewas setelah diduga dianiaya oleh seniornya.

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorReni Susanti
Komentar
Terkini Lainnya
'Skytrain' Mulai Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta
"Skytrain" Mulai Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Hari Kerja Pertama di Bulan Ramadhan, Pengaduan di Balai Kota Sepi
Hari Kerja Pertama di Bulan Ramadhan, Pengaduan di Balai Kota Sepi
Megapolitan
Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan Beras dengan Sabun di Gresik
Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan Beras dengan Sabun di Gresik
Regional
Trump Bantah Menantunya Rancang Komunikasi Rahasia dengan Rusia
Trump Bantah Menantunya Rancang Komunikasi Rahasia dengan Rusia
Internasional
Sehari, Polres Nunukan Gerebek 2 Bandar Sabu Jaringan Malaysia
Sehari, Polres Nunukan Gerebek 2 Bandar Sabu Jaringan Malaysia
Regional
5 Berita Populer Nusantara: Di Balik Viralnya Foto 2 Mobil 'Berebut' Jalur hingga Ibu Nuril yang Terjerat UU ITE karena Telepon Atasan
5 Berita Populer Nusantara: Di Balik Viralnya Foto 2 Mobil "Berebut" Jalur hingga Ibu Nuril yang Terjerat UU ITE karena Telepon Atasan
Regional
Misteri Komplotan Teroris Kampung Melayu
Misteri Komplotan Teroris Kampung Melayu
Nasional
Andi Narogong Bersaksi dalam Sidang ke-17 Kasus E-KTP
Andi Narogong Bersaksi dalam Sidang ke-17 Kasus E-KTP
Nasional
Umat Muslim Kota Marawi Lindungi Warga Kristen dari Militan Maute
Umat Muslim Kota Marawi Lindungi Warga Kristen dari Militan Maute
Internasional
Jabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Masjid Subulussalam, Jejak Kesultanan Demak Bintoro di Lereng Gunung Ungaran
Masjid Subulussalam, Jejak Kesultanan Demak Bintoro di Lereng Gunung Ungaran
Regional
Diawali Pertengkaran dengan Istri, Pria Ini Mengamuk dan Bunuh 8 Orang
Diawali Pertengkaran dengan Istri, Pria Ini Mengamuk dan Bunuh 8 Orang
Internasional
Cegah Masuknya Militan ISIS, TNI dan Polri Perketat Pengamanan Perbatasan
Cegah Masuknya Militan ISIS, TNI dan Polri Perketat Pengamanan Perbatasan
Nasional
Menikmati Takjil Bubur Lodeh, Tradisi Buka Puasa dari Abad ke-16
Menikmati Takjil Bubur Lodeh, Tradisi Buka Puasa dari Abad ke-16
Regional
Perlintasan Kereta Api di Pisangan Baru Ditutup untuk Uji Coba
Perlintasan Kereta Api di Pisangan Baru Ditutup untuk Uji Coba
Megapolitan

Close Ads X