6 Siswa MTs Tewas saat "Outbond", Kapolres Gresik Prihatin - Kompas.com

6 Siswa MTs Tewas saat "Outbond", Kapolres Gresik Prihatin

Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Kompas.com - 19/05/2017, 05:55 WIB
Kompas.com/ Hamzah Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito (tengah) saat memberikan himbauan kepada warga, usai kejadian siswa MTs Mambaus Sholihin yang tewas tenggelam, Kamis (18/5/2017).

GRESIK, KOMPAS.com – Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito menyatakan prihatin atas meninggalkan 6 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mambaus Sholihin yang beralamat di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur, dalam acara outbound, Kamis (18/5/2017).

Boro mengatakan, pihaknya secepatnya akan berkomunikasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, sehingga daerah yang dianggap cukup rawan, khususnya di lahan galian bekas tambang yang ada di Gresik dapat diberikan pelindung dan papan imbauan.

“Kita prihatin juga setelah beberapa peristiwa seperti ini sudah terjadi, kali ini menimpa para siswa MTs Mambaus Sholihin. Secepatnya kita akan komunikasi dengan pimpinan daerah setempat, Pak Bupati dan semua pimpinan terkait untuk membahas masalah ini,” ujar Boro saat meninjau lokasi kejadian, Kamis (18/5/2017) sore.

Baca juga: 6 Siswa MTs di Gresik Tewas Tenggelam Saat "Outbound"

Boro akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar lahan bekas galian tambang yang ada di Gresik dipasangi pagar di sekelilingnya untuk meminimalisasi kejadian serupa terulang di kemudian hari.

“Selain penataan dan memasang rambu imbauan, saya juga berharap masyarakat tidak memanfaatkan lokasi seperti ini untuk kegiatan sekolah maupun agenda lain, karena cukup berbahaya,” tutur dia.

“Saya juga melihat, bekas galian tambang seperti ini kan masih banyak ada di Gresik. Jadi secepatnya saya akan komunikasi dengan Bupati, apakah nanti bisa direklamasi atau seperti apa,” lanjut Boro.

Ucapan yang sekaligus instruksi sang pimpinan langsung dilaksanakan para anggota Polsek Manyar tempat peristiwa itu terjadi. Jajaran Polsek Manyar langsung melobi kepala Desa Suci agar lahan bekas galian tambang kapur yang berada di wilayahnya dapat dipasangi pagar sekaligus papan imbauan.

“Tadi saya sudah bertemu dengan kepala Desa Suci, dan beliau menyanggupi akan segera memasang pagar beserta papan imbauan, di setiap lahan bekas galian tambang yang digenangi oleh air. Katanya tadi secepatnya akan coba diusahakan,” kata Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda Yoyok Mardi.

Baca juga: Ini Identitas 6 Siswa MTs di Gresik yang Tewas Tenggelam Saat "Outbond"

Pada bulan sebelumnya, kecelakaan serupa terjadi dalam kegiatan pramuka yang digelar di Desa Pantenan, Kecamatan Panceng, Gresik. Seorang siswa dan guru pembina pramuka meninggal karena tercebur ke lahan bekas galian batu kapur yang ada di daerah tersebut.

Kompas TV Jenazah keempat dari enam siswa mTs yang hanyut di Wana Wisata Grape Madiun ditemukan.

PenulisKontributor Gresik, Hamzah Arfah
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM