Taruna Akpol Tewas, Polisi Periksa 21 Orang - Kompas.com

Taruna Akpol Tewas, Polisi Periksa 21 Orang

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 18/05/2017, 19:31 WIB
KOMPAS.com/Nazar Nurdin Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono bersama Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarod Padakova.

SEMARANG, KOMPAS.com - Polda Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan atas meninggalnya Muhammad Adam, salah satu taruna Akademi Kepolisian tingkat II yang meninggal Kamis (18/5/2017) dini hari.

Polisi saat ini maraton memeriksa sejumlah saksi. Polda sendiri telah menerjunkan tim dari berbagai instansi untuk mengusut dugaan tewasnya Adam. Tim juga telah ke lokasi untuk melalukan olah kejadian perkara.

"Sekarang masih dalam proses pemeriksaan interogasi terhadap 21 orang taruna," kata Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Condro Kirono, Kamis (18/5/2017) sore, di halaman Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang.

Mereka diperiksa sebagai saksi atas meninggalnya Adam. Para saksi diduga mengetahui saat korban hendak meninggal dunia.

"21 taruna yang (diperiksa) diduga mengetahui berada, pada saat korban meninggal dunia," ujarnya.

Condro mengatakan, para saksi yang diperiksa sebagian besar adalah para taruna baik tingkat II atau tingkat di atasnya.

Taruna tingkat II, termasuk mendiang Adam tinggal bersama-sama dengan taruna lain di barak di kompleks pendidikan perwira Polri ini. Taruna tingkat II tinggal bersama dengan taruna tingkat I dan tingkat III.

Sementara taruna tingkat IV, tinggal di barak terpisah. "Yang junior tingkat II, kita periksa dan taruna senior tingkat III. Jadi ada dua taruna (yang diperiksa)," tambahnya.

Polisi berjanji akan segera mengungkap tewasnya Adam. Penyelidikan secepat mungkin akan diselesaikan.

"Secepatnya besok akan kita sampaikan secepatnya. Seperti apa, sampai selesai (tuntas)," tambahnya.

Adam diduga meninggal karena penganiyaan. Adam tewas setelah melakukan apel malam di kompleks pendidikan polisi itu. Condro Kirono mengatakan, ada bekas luka yang terdapat di dada korban. Diduga terjadi pemukulan sebelum Adam tewas.

"Visum di luar ada bekas memar didada. Diduga terjadi pemukulan terhadap taruna tersebut. Yang meninggal tingkat dua," ujarnya.

Polisi hingga saat ini masih belum bisa memastikan urutan kronologi atas meninggalnya Adam. Polisi masih butuh waktu untuk menemukan fakta dari penyelidikan yang dilakukan. "Kronologis masih belum ini. Besok. Besok saya sampaikan," tambahnya.

Adam sendiri merupakan taruna Akpol tingkat II. Dia merupakan warga Jalan Penghulu Gang Murtado 21 Rt 10/01 Cipulir Kebayoran Lama Jakarta.

Adam menjadi taruna Akpol masuk melalui tes di Ambon, Maluku Utara.

Nama Adam tercatat dalam nomor akademi atau nomor a.k. 15.269. Dia meninggal setelah mengikut apel malam di kompleks pendidikan perwira polisi tersebut. Adam diduga tewas menjadi korban penganiyaan. Jasad Adam pun saat ini dilakukan proses otopsi. 

Baca juga: Kapolda Jateng: Ada Bekas Luka di Dada Taruna Akpol yang Tewas

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorErlangga Djumena
Komentar