Sering Dikunjungi Orang, Kondisi Fisik dan Psikis Mbah Ponco Menurun - Kompas.com

Sering Dikunjungi Orang, Kondisi Fisik dan Psikis Mbah Ponco Menurun

Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Kompas.com - 10/05/2017, 20:15 WIB
KOMPAS.com / MARKUS YUWONO Mbak Ponco Sutiyem (95) saat ditemui di kediamannya di Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta. Mbah Ponco Sutiyem menjadi salah satu nomine kategori Best Actress dalam ajang ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017, melalui aktingnya dalam film Ziarah yang disutradarai BW Purba Negara.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga Ponco Sutiyem (95), warga Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta, membatasi kunjungan masyarakat.

Sebab, usia Mbah Ponco sudah tua sehingga mudah lelah. 

Nama Mbah Ponco Sutiyem menjadi terkenal sejak masuk nominasi ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017. Tokoh utama film Ziarah ini hampir setiap hari didatangi wartawan dan masyarakat yang penasaran dengan tokoh pemeran "Sri" ini.

"Mengingat kondisi Simbah yang sudah sepuh, kami dari keluarga memutuskan untuk membatasi kunjungan," kata salah seorang cucu Mbah Ponco, Risdiyanto, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/5/2017).

Baca juga: Cerita Sutradara Menjadikan Mbah Ponco Tokoh Utama Film "Ziarah"

Banyaknya kunjungan selain dari wartawan dan masyarakat, juga beberapa orang dari pihak kepolisian dan TNI, menyebabkan kondisi fisik dan psikis Mbah Ponco menurun.

"Untuk dibatasi kunjungan karena memang kondisi Simbah kayak orang trauma, karena punya alasan seperti itu kami membatasi," imbuh dia. 


Kondisi psikis Mbah Ponco Sutiyem menurun memang beralasan. Sebelum terkenal, setiap hari dia hidup di tengah Dusun Batusari yang tenang bersama suaminya, Ponco Sentono (100) dan jauh dari hiruk-pikuk.

Setiap hari dia menghabiskan waktu ke ladang di dekat rumahnya. Namun dalam beberapa hari terakhir, Simbah banyak dikunjungi orang dan harus melayani pertanyaan.

"Tadinya sepi saja dan saat ini banyak orang dan membawa kamera," ucapnya.

Baca juga: Mbah Ponco Senang Bisa Meraih "Special Jury Award" Film ASEAN

Dia berharap, semua pihak memaklumi kondisi ini demi menjaga kesehatan nenek yang memiliki 7 anak, 27 cucu 40 buyut, dan 4 canggah (anak cucu) tersebut.

"Bukan kami sombong atau apa, justru kami senang, dan bangga dengan Simbah," kata Ridsiyanto.


Ingin mendapatkan video berita terkini dari para wartawan Kompas.com? Jangan lupa, subscribe channel Kompas.com Reporter on Location (KRoL), klik di sini.

Kompas TV Babak Sunyi Wiji Thukul

PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM