Cerita Sutradara Menjadikan Mbah Ponco Tokoh Utama Film "Ziarah" - Kompas.com

Cerita Sutradara Menjadikan Mbah Ponco Tokoh Utama Film "Ziarah"

Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Kompas.com - 08/05/2017, 23:10 WIB
Facebook Film Ziarah Film Ziarah, dibintangi oleh Mbah Ponco Sutiyem dengan sutradara BW Purba Negara. Film ini mendapatkan berbagai nominasi penghargaan.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ponco Sutiyem (95), warga Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta, dipilih sutradara film Ziarah, BW Purba Negara, karena memiliki karakter yang unik.

"Saya memang membutuhkan karakter yang unik, dan sepertinya keunikan itulah yang membuat beliau menjadi nominator," kata BW Purba Negara saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/5/2017).

Baca juga: Sutradara ?Ziarah?: Mbah Ponco Sutiyem Benar-benar Otentik

Purba mengaku memberikan ruang khusus bagi Mbah Ponco untuk berekspresi. Dia ingin film Ziarah menjadi ruang ekspresi bagi orang-orang yang tidak pernah mempunyai ruang di media arus utama.

"Menurut penilaian saya ketika casting, Mbah Ponco memiliki potensi untuk menampilkan sosok karakter yang benar-benar otentik," ujarnya.

Selain itu, Mbah Ponco Sutiyem pernah mengalami peristiwa masa perang, dan itu juga dimasukkan ke dialog film Ziarah. Inilah yang membedakan Mbah ponco dengan aktris yang lain.

"Beberapa potongan pengalaman Mbah Ponco ini saya masukkan sebagai bagian dari cerita film Ziarah," ucapnya.

Purba mengatakan, ada sedikit tantangan saat pengambilan gambar Mbah Ponco. Istri Ponco Sentono (100) itu tidak bisa membaca sehingga untuk menyiasatinya, naskah dibacakan oleh kru dan setiap adegan ditunjukkan untuk ditiru. Untuk kelancaran komunikasi, Mbah Ponco juga didampingi keluarganya.

"Tantangan yang lain adalah karena beliau sudah sepuh, maka jadwal syutingnya tidak bisa di-push dengan jadwal yang terlalu padat dan ritme kerja yang cepat. Selama pembuatan film selalu ada pihak keluarga yang mendampingi," kata Purba.

Disinggung mengenai biaya untuk pembuatan film Ziarah, Purba tak menyebutkan angka. Dia hanya mengatakan budget-nya kecil, meski ada sutradara kondang Hanung Bramantyo ikut terlibat dalam pembuatan film tersebut.

"Mas Hanung hanya cameo untuk 1 scene saja. Budget-nya kecil," katanya.

Untuk memberikan hiburan kepada keluarga dan warga desa Kampung, pihaknya akan menggelar nonton bersama Film Ziarah pada 13 Mei dengan peserta terbatas, yakni warga desa dan kru.

Film Ziarah meraih dua penghargaan dalam ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 yang diselenggarakan di Hotel Pullman, Kuching, Serawak, Malaysia, Sabtu (6/5/17).

Dari empat kategori nominasi yang diterima, Ziarah menyabet Best Screenplay dan Special Jury Award.

Baca juga: Film ?Ziarah? Menangkan Dua Penghargaan di Festival Film ASEAN

Film ini bersaing dengan empat judul film lainnya, yakni Solo, Solitude (Indonesia), Laut (Filipina), Imbisibol ( Filipina), serta The Way Station (Vietnam).

Penghargaan khusus dari para dewan juri diberikan untuk Ziarah karena penampilan Mbah Ponco Sutiyem, nenek usia 95 tahun dari Gunung Kidul yang menjadi tokoh utama film ini. Mbah Ponco dinilai luar biasa.

Kompas TV Emas dari Hutan Kemenyan (Musika Foresta Bag 1)

PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM