23 Komunitas Akan Ramaikan Indonesia Community Day 2017 di Yogyakarta - Kompas.com

23 Komunitas Akan Ramaikan Indonesia Community Day 2017 di Yogyakarta

Yudha Pratomo
Kompas.com - 08/05/2017, 13:50 WIB
Kompasiana ICD 2017 memiliki tema Inspiraksi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Community Day 2017 yang dilaksanakan pada 13 Mei mendatang akan menghadirkan sejumlah komunitas inspiratif. Tercatat ada 23 komunitas yang akan mengisi booth ICD 2017 dan meramaikan gelaran kumpul komunitas se-Indonesia ini.

Hal ini diutarakan oleh Iskandar Zulkarnaen, COO Kompasiana. Menurutnya, kesemua komunitas tersebut diseleksi dan dipilih berdasarkan beberapa kriteria, salah satunya adalah komunitas tersebut harus memiliki aksi sosial yang nyata untuk masyarakat.

"Tema besar acara ICD 2017 ini adalah 'Inspiraksi' jadi para pengisi booth atau komunitas yang ingin ikut serta dalam acara ini harus memiliki aksi sosial yang nyata untuk masyarakat," ujar Iskandar melalui pernyataan resminya.

Menurutnya hingga sebelum hari pelaksanaan tercatat ada lebih dari 50 komunitas yang mendaftarkan diri untuk ikut serta. Namun hanya 23 komunitas yang diperkenankan mengisi booth.

"Rata-rata komunitas berasal dari Yogyakarta dan mereka sangat antusias. Komunitas itu pun terdiri dari komunitas internal Kompasiana dan di luar Kompasiana," lanjutnya.

Beberapa dari komunitas yang hadir pun mendapat kesempatan untuk mengisi acara pada sesi talkshow dan workshop. Sebut saja komunitas GARDU Action yang akan mengisi sesi workshop, di sana mereka akan mengajak para peserta dan pengunjung untuk mengolah sampah menjadi sebuah produk yang bermanfaat.

GARDU Action ini akan mengajarkan para peserta untuk memanfaatkan botol bekas menjadi sebuah sketsel atau dinding portable.

"Nanti bahan-bahannya akan kami sediakan, kami akan ajak peserta membuat dinding portabel pada ICD 2017 nanti," ujar Vika Wahyu Aji, Ketua GARDU Action saat dihubungi tim Kompasiana.

Selain GARDU Action, ada juga komunitas JALIN Merapi yang akan mengisi sesi talkshow. Komunitas ini akan memperkenalkan tentang kegiatan dan program-program mereka juga tentang langkah antisipasi jika letusan Gunung Merapi kembali terjadi.

JALIN Merapi sendiri adalah komunitas atau perkumpulan yang beranggotakan delapan radio komunitas di Yogyakarta. Kedelapan radio ini ada di beberapa lokasi berbeda. Mereka secara berkala melaporkan bagaimana kondisi dan aktivitas Gunung Merapi di sana.

"Kami akan perkenalkan apa itu JALIN Merapi dan program kami. Dalam talkshow nanti akan kami beberkan secara detail," ujar Sinam M Sutarno, salah satu pengurus JALIN Merapi.

Pada gelaran ICD 2017 tanggal 13 Mei di Plasa Pasar Ngasem, Yogyakarta mendatang komunitas yang hadir di acara ini pun memiliki kesempatan untuk terpilih dan mendapatkan penghargaan. Yakni Best Inspiring Community dan Best Kompasiana Community.

Penghargaan ini diberikan pada komunitas yang aktif dan berkontribusi dengan cara-cara yang kreatif.

Selain menghadirkan komunitas yang inspiratif, acara ICD 2017 pun dimeriahkan dengan hadiah-hadiah seru yang bisa didapatkan oleh para peserta. Pada hari pelaksanaan nantinya akan ada Instagram Competition yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Para peserta diperkenankan untuk mengunggah foto maupun video keseruan ICD 2017 di akun Instagram maupun Facebook pribadi masing-masing. Kemudian dengan menyertakan tagar #INSPIRAKSI dan #ICDJOGJA maka foto atau video tersebut memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah sebesar Rp 250 ribu.

Selain itu dua tweet terbaik juga masing-masing akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 250 ribu.

Acara Indonesia Community Day 2017 yang merupakan hasil kerja sama antara Kompasiana dan Tribun Jogja ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi komunitas se-Indonesia untuk bisa saling mengenal, bertemu tatap muka, dan berbagi inspirasi dan cerita dalam suasana yang penuh keakraban.

Informasi lebih lanjut mengenai Indonesia Community Day 2017 dan seluruh daftar komunitas yang akan mengisi acara bisa Anda lihat melalui tautan berikut ini. (Yudha Pratomo, Tim Kompasiana)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisYudha Pratomo
EditorAmir Sodikin
Komentar