5 Berita Populer Nusantara: Mobil Satu Keluarga Ditembaki hingga Kata Bupati Boyolali soal Kabar Proyek Disneyland - Kompas.com

5 Berita Populer Nusantara: Mobil Satu Keluarga Ditembaki hingga Kata Bupati Boyolali soal Kabar Proyek Disneyland

Kompas.com - 19/04/2017, 08:20 WIB
Sripoku.com/Ahmad Farozi Salah satu korban dari satu rombongan keluarga yang ditembaki saat sedang melintas dengan mobil Honda City, Selasa (18/4) sekitar pukul 11.00 WIB.

KOMPAS.com - Sebuah mobil berisi satu keluarga di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017). Satu penumpang, seorang ibu, tewas dalam peristiwa itu. Sementara itu, anak-anak dan dua cucunya mengalami luka tembak.

Selain itu, polemik tentang kabar proyek Disneyland juga mengemuka dalam dua hari terakhir. Bupati Boyolali Seno Samodro kembali bicara soal rencana tersebut. Menurut dia, kesepakatan sudah diteken pada akhir 2016 dan proyek akan dimulai pada tahun ini.

Berikut ini 5 berita populer Nusantara dari sepanjang hari kemarin yang mungkin Anda lewatkan:

1. Mobil Berisi Satu Keluarga yang Ditembaki Sempat Dikejar Polisi

Tribun Sumsel/Eko Hepronis Mobil berisi satu rombongan keluarga yang sedang melintas yang ditembaki oleh oknum diduga polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017).
Satu rombongan keluarga yang sedang melintas dengan mobil Honda City berwarna hitam ditembaki oleh oknum diduga polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kejadian itu diduga terjadi setelah mobil yang membawa satu keluarga itu ngebut dan menerobos razia yang digelar polisi di sekitar jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau. Mobil tersebut sempat dikejar polisi.

Pengejaran terhenti di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, tepatnya di jalan raya samping Bank Mandiri Simpang Periuk.

"Mobil berhenti di samping Bank Mandiri, dekat parkir, sudah dalam keadaan terkepung dan terpepet. Kemudian petugas yang sempat mengejar nembak dua kali. Kami tidak tahu apa yang ada di dalam," kata Iqbal, warga yang berada di lokasi kejadian, Selasa.

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Kronologi Penembakan Mobil Satu Keluarga oleh Polisi di Lubuklinggau dan topik khusus "Mobil Berisi Satu Keluarga Ditembaki"

 

2. Ini Alasan Polisi Tembaki Mobil Satu Keluarga di Lubuklinggau

Tribun Sumsel/Eko Hepronis Mobil berisi satu rombongan keluarga yang sedang melintas yang ditembaki oleh oknum diduga polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017).
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, polisi menembaki mobil berisi rombongan keluarga saat adanya razia di jalan raya daerah Lubuk Linggau.

Polisi sempat memberi tanda agar mobil tersebut berhenti. Namun, mobil Honda City hitam berpelat nomor BG 1488 ON itu justru melaju dengan kencang.

"Info awal, pada saat ada razia, mobil tersebut distop tidak berhenti," ujar Agung saat dikonfirmasi, Selasa (18/4/2017) malam.

Bahkan, mobil tersebut hampir menabrak tiga polisi dan masyarakat yang melintas di sekitar jalan raya itu. Akhirnya, petugas memberikan tembakan peringatan.

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Kapolres Sebut Korban Penembakan Mobil Satu Keluarga Tewas karena Pantulan Peluru

 

3. Jual Samurai Roll Palsu Rp 10 Triliun, Dua Warga Jatim Dibekuk Polisi

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir Eko Kristiono bin Her Suwito (47) warga desa Bandung, Kabupaten Tulungagung dan Jumaliana alias Jamal bin Salamun (40), warga Dusun Gedangan, desa Duyung, Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan tersangka penipuan samurai roll senilai Rp 10 triliun ditangkap aparat Polres Semarang, Selasa (18/4/2017) siang.
Sukeni bin Karto Suwito (47), warga Dusun Kalegen Kidul, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, tertipu oleh pedagang pedang samurai.

Dia membeli pedang samurai roll seharga Rp 10 triliun dari dua orang warga Jawa Timur. Namun belakangan, samurai tersebut ternyata palsu, tidak sesuai dengan yang ditunjukkan di video oleh pelaku. Padahal, Sukeni sudah menyerahkan uang Rp 200 juta sebagai tanda jadi.

Walhasil, Sukeni melaporkan kasus ini ke Polsek Suruh lantaran merasa ditipu.

"Korban lapor ke Polsek Suruh pertengahan Desember 2016, namun pelaku baru ini berhasil kita tangkap,” kata Kapolres Semarang AKBP Thirdy Hadmiarso saat gelar kasus di Mapolres Semarang

Baca selengkapnya di sini


 


4. Ini Kata Bupati Boyolali soal Kabar Proyek Disneyland

KOMPAS.com/M Wismabrata Bupati Boyolali Seno Samodro
Bupati Boyolali Seno Samodro menjawab pertanyaan publik tentang rencana pembangunan megaproyek wisata senilai Rp 6,1 triliun di wilayahnya.

Seno membenarkan bahwa taman hiburan seluas 100 hektar itu akan mulai dibangun pada tahun ini.

Berikut ini wawancara sejumlah wartawan dengan Seno di Rumah Dinas Bupati Boyolali, Senin (17/4/2017):

Q: Tentang rencana taman hiburan seperti Disneyland itu bagaimana, Pak?

A: Wah, aku sebenarnya komentar ini sudah bosan, Mas. Belum bayaran soalnya. Bayarannya bulan depan. Betul, jadi ini dirancang sekitar 100 hektar. Kemudian kapasitas parkirnya 22.000 mobil dan nanti insya Allah dirancang day and night, jadi bisa 24 jam tamannya.

Harga tiketnya sekitar Rp 50.000 tapi all attraction sekitar Rp 500.000-Rp 600.000 sehingga jauh lebih murah dengan yang di Hongkong.

Dan, perlu saya tandaskan sekali lagi, nanti namanya bukan Disneyland, masih ada beberapa opsi, ya entah namanya Taman Selasa Kliwon opo piye (atau bagaimana) ya nantilah kita tunggu.

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Ada Spanyol di Balik Mimpi Proyek Taman Hiburan Besar di Boyolali

 

5. "Jumenengan" Diharapkan Bisa Persatukan Kembali Keluarga Keraton Solo

KOMPAS.COM/M Wismabrata Penjaga di keraton Solo.
Keluarga keraton Solo mulai melakukan persiapan acara jumenengan atau peringatan naik tahta Raja Pakubuwono XIII. Sejumlah menteri akan hadir dalam acara tersebut.

Meskipun masih dibayang-bayangi permasalahan internal keluarga, persiapan acara jumenengan akan tetap dilanjutkan.

Jumenengan yang digelar pada hari Sabtu (22/4/ 2017) tersebut sudah masuk ke tahap gladi bersih. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

"Sudah tahap persiapan gladi bersih lah, yang jelas nanti Mendagri datang. Dan, momentum jumenengan diharapakan bisa mempersatukan kembali keluarga keraton," kata Rudy, Selasa (18/4/2017).

Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Konflik Keraton Solo, Seorang Putri Terkurung di Keputren

 

 

Kompas TV Bupati Boyolali: Bukan Disneyland Tapi Taman yang Besar

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM