Hari Kartini, Peselancar Perempuan "Surfing" dengan Mengenakan Kebaya - Kompas.com

Hari Kartini, Peselancar Perempuan "Surfing" dengan Mengenakan Kebaya

Kontributor Bali, Robinson Gamar
Kompas.com - 18/04/2017, 14:37 WIB
KOMPAS/DEFRI WERDIONO Seorang peselancar tengah beraksi dalam Singhasari International Surfing Exhibition yang berlangsung di Pantai Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (17/10/2016). Sejak dua tahun lalu, pantai ini mulai dikenal sebagai tempat selancar.

KUTA, KOMPAS.com - Beragam cara dilakukan untuk memperingati hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April.

Seperti yang dilakukan kalangan peselancar (surfer) perempuan di Bali. Mereka rencananya berselancar di Pantai Kuta dengan mengenakan kebaya.

"Atraksi surfing sambil pakai kebaya sudah digelar selama 7 kali untuk memperingati hari Kartini," kata Bagus Made Irawan, dari majalah surfing Magic Wave selaku penyelenggara acara pada Selasa (18/4/2017).

Baca juga: Dian Sastro: Kalau Nonton "Kartini" Jangan Direkam Ya...

Atraksi surfing dengan kebaya ini akan digelar pada Kamis (20/4/2017) pagi. Kegiatan ini menurutnya bertujuan menyampaikan pesan emansipasi setidaknya melalui dunia selancar.

Peserta berasal dari kalangan peselancar lokal. Undangan telah disebar ke sejumlah komunitas peselancar untuk ambil bagian.

Mengacu pada pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini ramai peminat. Bahkan peselancar asing juga ambil bagian.

"Tahun ini sudah ada dua peselancar dari luar negeri yang ambil bagian," kata pria yang akrab disapa Piping ini.

Panitia juga membuka pendaftaran bagi peserta yang akan mendaftar secara spontan di Pantai Kuta saat hari kegiatan.

Selain pesan emansipasi, acara ini juga untuk mensosialisasikan olahraga selancar di kalangan perempuan.

Baca juga: Nobar Film Kartini, Istri Pejabat Jatim Borong 11 Studio Bioskop

Saat ini, walau ada ratusan perempuan yang menggemari selancar, namun yang menjalaninya secara profesional tidak lebih dari 10 orang.

Kompas TV Selain surfing ada alternatif olahraga lainnya di Sukabumi, yakni panjat dinding. Di wilayah Suka Karya ada climbing wall yang tengah menjadi tujuan favorit bagi anak-anak dan dewasa untuk berlatih menaklukkan ketinggian.

PenulisKontributor Bali, Robinson Gamar
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X