Saat Batuk Tulang Fahri Bisa Patah, Ini Penjelasan Dokter - Kompas.com

Saat Batuk Tulang Fahri Bisa Patah, Ini Penjelasan Dokter

Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Kompas.com - 13/04/2017, 16:36 WIB
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Tim dokter dari RSHS Bandung saat memberi penjelasan seputar penyakit Osteogenesis Imperfecta yang dialami bocah Fahri, Kamis (13/4/2017)

BANDUNG, KOMPAS.com - Muhammad Fahri Asidiq (11) bocah laki-laki asal Cipadung, Kota Bandung yang mengidap penyakit osteogenesis imperfecta (OI). Penyakit ini menyebabkan anak dari Sri Astati itu mengalami kelumpuhan dan tulang rapuh.

Dengan kondisi itu, trauma ringan atau batuk saja bisa membuat Fahri patah tulang.

Yoyos Ismiarto, dokter dari Divisi Ortopedi Anak SMF Orthopedi dan Traumatologi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengatakan, ketika seseorang batuk memerlukan hentakan nafas untuk mengeluarkan benda asing dari dalam saluran pernafasan. Jika situasi itu terjadi pada pasien OI, maka hentakan terlalu keras bisa membuat patah tulang.

"Mengapa hanya karena batuk bisa patah, karena ada hentakan. Kadang orang kalau batuk bisa sampai sakit (di bagian perut). Jadi itu ada guncangan yang membuat tulangnya patah. Fahri harus diajarkan agar batuk tak terlalu keras," kata Yoyos di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kamis (13/4/2017).

Baca juga: Bocah Fahri Diinfus Alendronat untuk Cegah Lebih Banyak Tulang Patah

Sementara itu dokter dari RSHS Bandung Divisi Endokrin SMF Ilmu Kesehatan Anak, Faisal menambahkan, penyakit yang diderita Fahri merupakan penyakit turunan atau bawaan. Kerapuhan tulang disebabkan adanya ada gangguan dari kolagen sebagai salah satu struktur pembentukan tulang.

"Anak ini tulangnya kalau dipegang keras karena ada kalsium dan fosfor. Hanya kolagennya terganggu," ujarnya.

Penyakit yang dialami Fahri cukup langka dengan perbandingan 1:20.000 orang. Kendati begitu, pihak RSHS sudah cukup sering menangani pasien OI.

Baca juga: Setiap Batuk, Tulangnya Patah, Bocah Ini Mengaku Ingin Mati Saja

Dari tahun 2011, ada 9 pasien yang hingga kini masih ditangani tim dokter. Fahri pun pernah mendapat perawatan di RSHS sebagai pasien umum (non BPJS) pada 8 Februari 2015.

Disinggung soal peluang kesembuhan Fahri, Faisal belum bisa memastikan lantaran belum melihat keadaan terbaru dari Fahri. Namun jika melihat kondisi fisiknya saat ini, level penyakit Fahri cenderung berat.

"Soal kesembuhan agak sulit menjawabnya, karena kita sudah lama enggak ketemu. Bisa saja kita punya planning bagaimana patahannya bisa diluruskan lagi, tetapi tidak bisa mendadak langsung dioperasi, dia perlu pengobatan berulang. Kalau berdiri atau berjalan maka harus mempunyai dukungan dari struktur otot yang lain, sementara Fahri struktur ototnya tipis dan sudah mengecil," katanya.

Baca juga: Target Terpenuhi, Kompas.com Akhiri Penggalangan Dana untuk Fahri

Kompas TV Kelainan Tulang, Bocah Ini Punya Tulang Rapuh & Mudah Patah

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani
EditorErlangga Djumena
Komentar