Yusril Tolak Semua Tuntutan Jaksa kepada Dahlan Iskan - Kompas.com

Yusril Tolak Semua Tuntutan Jaksa kepada Dahlan Iskan

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Kompas.com - 07/04/2017, 23:17 WIB
Kontributor Surabaya, Achmad Faizal Dahlan Iskan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Yusril Ihza Mahendra, tim kuasa hukum menyatakan menolak semua tuntutan jaksa penuntut umum kepada mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam kasus pelepasan aset BUMD Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha (PWU).

Dia menyebut, tuntutan jaksa sama sekali tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Sebab, dari semua keterangan saksi, alat bukti, dan keterangan ahli di persidangan, sama sekali tidak menunjukkan bahwa Dahlan Iskan melakukan tindak pidana korupsi.

"Penolakan tuntutan akan dituangkan dalam pembelaan yang akan disusun Pak Dahlan dan tim nanti," kata Yusril seusai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (7/4/2017) sore.

(Baca juga: Dahlan Iskan: Saya Sudah Diincar, Semua Orang Tahu)

 

Salah satu poin dakwaan yang menyimpang dari fakta persidangan adalah tentang status PT PWU yang menyebut perseroan atau perusahaan daerah. Saksi ahli menyebut PT PWU adalah perseoan terbatas, sehingga harus patuh pada undang undang PT.

Yusril menyebut, tuntutan jaksa seperti sengaja menyiksa Dahlan Iskan lahir batin. "Semua orang tahu, pak Dahlan didzolimi dalam kasus ini," terang Yusril.

(Baca juga: 3 Kali Tersangka, Dahlan Iskan Sebut Jaksa Agung Ingin Pecahkan Rekor Muri)

 

Dahlan Iskan dituntut enam tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam kasus pelepasan aset PT PWU di di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur 2003 lalu. Oleh jaksa penuntut umum, Dahlan dinilai melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Kompas TV Jampidsus menetapkan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 16 mobil listrik. Sprindik kasus ini diterbitkan pada 26 Januari 2017 lalu. Namun hal ini dibantah oleh kuasa hukum Dahlan Iskan, bahwa belum ada informasi resmi terkait penetapan sebagai tersangka. Dalam kasus ini, sebelumnya Kejagung telah menetapkan 2 tersangka, yaitu mantan Direktur PT Sarimas, Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi, dan Mantan Kepala Bidang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kementrian BUMN, Agus Suherman.

PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM