Ridwan Kamil Berikan "Kadeudeuh" untuk Persib - Kompas.com

Ridwan Kamil Berikan "Kadeudeuh" untuk Persib

Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Kompas.com - 21/03/2017, 12:31 WIB
KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat berfoto berasama tim Persib Bandung di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (21/3/2017)

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan uang 'kadeudeuh' atau bonus sebesar Rp 150 juta bagi tim Persib Bandung atas kiprahnya merengkuh posisi ketiga Piala Presiden 2017.

Dana itu berasal dari udunan (sumbangan) masyarakat Bandung yang mencintai Persib. Penyerahan bonus itu diberikan langsung oleh Ridwan Kamil kepada Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (21/3/2017).

Dalam acara itu, hampir seluruh pemain Persib hadir.

(Baca juga: Ridwan Kamil Tunggu Pembuktian Michael Essien di Persib )

"Di setiap perjuangan selalu ada apresiasi, saya selalu ajak warga dan pengusaha udunan melalui tangan saya. Waktu juara ISL ada bonus Rp 1 miliar, Piala Presiden 2015 Rp 500 juta. Sekarang secukupnya. Jangan lihat jumlahnya, tapi kanyaah-nya (sayangnya). Ada Rp 5-7 juta untuk tiap pemain dari kami. Mudah-mudahan bisa melengkapi cinta kami kepada Persib," tutur Ridwan.

"Nawaitu dari warga totalnya Rp 150 juta walaupun tidak banyak minimal menandai cinta kami dari warga terutama kepada pemain," tambahnya.

Ridwan menyebutkan, nilai bonus tidak menjadi patokan dukungan masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung kepada Persib. Meski telah menjadi klub profesional dan mandiri, kata Ridwan, Pemkot Bandung tetap berkomitmen mendukung Persib dengan berbagai cara.

"Rasa kadeudeuh macam-macam. Bisa dengan doa, kadang bentuknya kebersamaan, saya sebar surat ke RW untuk menonton Persib, ada dukungan fasilitas, tempat latihan dengan keterbatasan, ada lapangan Supratman, ada lapangan Lodaya termasuk GBLA yang digagas oleh Pak Dada Rosada dan Pak Aher," ucapnya.

Selain itu, Ridwan pun mengapresiasi upaya manajemen yang mampu membuat Persib tak lagi bergantung terhadap APBD. Ia menyebut Persib merupakan salah satu klub di Indonesia yang mapan secara finansial.

"Sejak 2009 menurut aturan hukumnya tidak boleh ada APBD untuk klub sepak bola. Saya berbangga hari Persib paling profesional, ukurannya lihat jersey yang banyak sponsornya," jelasnya.

Baca juga: Cerita Essien Sempat Ragu Bergabung dengan Persib gara-gara Bom Panci

PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM