Kamis, 23 Maret 2017

Regional

5 Tokoh yang Dilirik Gerindra untuk Pilkada Jabar

Selasa, 21 Maret 2017 | 11:33 WIB
Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana Mulyadi, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat (kiri) bersama Husein Fadlulloh, Ketua PD TIDAR Provinsi Jawa Barat. (KOMPAS.com/Putra Prima Perdana).

KOMPAS.com - Partai Gerindra mengaku tengah melirik lima tokoh yang dianggap berpeluang kuat diusung sebagai calon kepala daerah pada Pilkada Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018.

"Kami telah menggelar silaturahim dengan lima besar tokoh Jabar secara informal," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi ketika dihubungi melalui telepon, Senin (20/3/2017).

Dia menuturkan, kelima tokoh tersebut adalah Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, Dede Yusuf, dan Agung Suryamal.

"Jadi kami minta pendapat dan pandangan setiap tokoh soal Pilgub Jabar 2018. Kami ingin dengar rencana-rencananya. Lalu pandangan mereka terhadap Gerindra, serta pendapat soal kandidat lain," kata dia.

Menurut dia, Partai Gerindra sebenarnya dapat langsung mengusung salah seorang dari lima tokoh tersebut menjadi cagub Jabar pada Pilkada Jabar apabila ada pernyataan kesediaan menjadi kader.

(Baca juga: Waketum Gerindra: Ada Dua Orang yang Minta Dicalonkan di Pilkada Jabar)

Ia mengatakan, jika kelima nama tersebut tidak menyatakan diri menjadi kader maka Partai Gerindra memiliki mekanisme internal, misalnya, saat ini sedang berlangsung rapat pimpinan cabang atau rapimcab di 27 kota/kabupaten.

Salah satu hasil rapimcab, kata dia, adalah rekomendasi terkait Pilgub Jabar 2018 yang akan dibacakan pada rapimda tingkat Jabar yang digelar awal April nanti.

"Hasil dari rapimda dilaporkan kepada ketua umum. Beliau yang akan mengkaji dan memutuskan. Kemenangan dari Pilgub Jabar dan pilkada 2018 menentukan perjuangan partai selanjutnya," kata dia.

Dia mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berwenang untuk menentukan partai bergabung dengan Partai Nasdem dalam mengusung Ridwan Kamil atau membuat poros baru pada Pilkada Jabar.

"Terlebih Partai Gerindra memiliki komunikasi dan komitmen dengan Partai Keadilan Sejahtera. Kami membuka komunikasi. Memang diakui baru intensif dengan PKS. Kalau partai lain belum. Bukan berarti eksklusif, tapi kalau mau berjuang mungkin bisa bersama-sama," kata dia.

(Baca juga: Terima Nasdem, Ridwan Kamil Dinilai Bisa Bernasib seperti Dede Yusuf)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Caroline Damanik
Sumber: ANTARA,
TAG: