Kamis, 23 Maret 2017

Regional

Kunjungi Daerah Pesisir, Menteri Susi Disambut Curhat Warga soal Laut Tercemar

Senin, 20 Maret 2017 | 16:40 WIB
KOMPAS.com/Suparman Sultan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti meninjau daerah pesisir Kolaka yang terkena dampak sedimentasi lumpur merah dalam kunjungan ke Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (20/3/2017).

KOLAKA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti meninjau daerah pesisir Kolaka yang terkena dampak sedimentasi lumpur merah dalam kunjungan ke Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (20/3/2017).

Daerah tersebut adalah Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, yang juga merupakan salah satu kampung nelayan di Kota Kolaka.

Saat bertemu Susi, warga setempat mengeluhkan sedimentasi lumpur merah di daerah itu yang disebut berasal dari aktivitas pertambangan nikel oleh di gunung dekat pesisir itu.

"Lautnya merah karena dulu ada aktivitas tambang di gunung. Sekarang juga masih ada tapi tidak seramai dulu. Saat ini beginilah kondisi lautnya," kata salah satu warga Desa Hakatutobu.

Warga juga mengeluh, kulit mereka gatal-gatal setelah berendam di laut yang tercemar itu.

"Saya akan bicarakan masalah ini kepada pengelola pertambangan," kata Susi merespons keluhan warga.

Penegasan dari Susi disambut gembira oleh warga sekitar. Susi juga mengatakan kepada warga bahwa dirinya dan Bupati Kolaka Ahmad Safei telah berkomitmen melindungi laut Kolaka dari pencemaran.

"Tadi saya ngobrol sama Pak Bupati dan kami sama-sama komitmen menjaga pesisir pantai," tuturnya.

Kunjungan Susi di Desa Hakatutobo dilakukan secara mendadak. Saat bertolak dari Bandar Udara Sangia Nibandera, Susi tiba-tiba meminta rombongan untuk berhenti di desa tersebut, sedangkan rombongan yang lain tetap melanjutkan perjalanan ke tempat acara penyambutan.

Keberadaan Susi di Kolaka terkait kerja sama pemanfaatan laut dan pesisir Teluk Bone yang melibatkan 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, termasuk Kolaka dan Selayar.

Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Editor : Caroline Damanik
TAG: