Studio Rekaman, Mimpi untuk Grup Vokal Anak Poso "Hip Hip Hura" - Kompas.com

Studio Rekaman, Mimpi untuk Grup Vokal Anak Poso "Hip Hip Hura"

Kontributor Poso Kompas TV, Mansur
Kompas.com - 20/03/2017, 14:25 WIB
Mansur K103-15 Foto Dokumentasi Vokal Group Coboy Sanger Anak-Anak Asal Desa Pendolo Kecamatan Pamona Selatan

POSO KOMPAS.com - Suara merdu dari lima anak laki-laki mengalunkan tembang lawas bertajuk "Hip Hip Hura" dalam sebuah video yang viral di media sosial. "Spensa Boys" namanya, kemudian sempat disebut juga dengan sebutan "Coboy Sanger".

Mereka adalah grup vokal anak dari Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Video itu direkam pada tahun 2013 sesaat setelah mereka memenangi lomba vokal grup untuk tingkat provinsi di Palu, Sulawesi Tengah.

Adalah Derlina Samuru (45), perempuan di belakang vokal merdu anak-anak itu. Dia adalah pelatih sekaligus guru dari kelima anak tersebut saat mereka masih duduk di SMPN 1 Pamona Selatan.

Derlina menuturkan, personel "Spensa Boys" terus berubah seiring anak didiknya lulus sekolah. Awalnya, grup vokal dengan nama ini dibentuk pada tahun 2004 silam.

"Belasan tahun saya melatih anak-anak, baik group vokal, solo ataupun tarian tradisional dan hasilnya cukup memuaskan. Saya selalu membawa nama Poso untuk mewakili setiap kegiatan lomba musik, baik tingkat lokal hingga nasional," tutur Derlina saat dihubungi via telepon, Jumat (17/3/2017).

(Baca juga: Cerita di Balik Suara Merdu Grup Vokal Anak Poso yang Bernyanyi "Hip Hip Hura")

Mimpi studio rekaman

Derlina mengatakan, viralnya video grup vokal anak-anak asuhnya itu menjadi motivasi besar baginya untuk terus mengembangkan karier sebagai pelatih vokal dan musik.

Dia mengaku, pernah bermimpi untuk untuk memiliki studio rekaman untuk anak-anak didiknya dengan fasilitas peralatan musik yang baik, mulai dari gitar, drum, harmonika dan piano. Menurut Derlina, studio kecil itu akan berada di dalam sekolah.

"Kalau mimpi saya sudah terkabul sudah memiliki studio lengkap dengan peralatan tentu sebagai pelatih harus punya tanggung jawab yang lebih besar untuk lebih meningkatkan kreativitas anak-anak sekolah yang ikut bergabung," tuturnya.

Studio musik tersebut, lanjut dia, bisa digunakan oleh anak-anak didiknya untuk mengembangkan bakat mereka dalam musik dan tarik suara.

Derlina berharap, ada perhatian dan dukungan dari pemerintah kabupaten dan provinsi setempat. Paling tidak, bantuan untuk mengganti peralatan musik yang selama ini dipakai, seperti gitar, piano, dan drum.

(Baca juga: Glenn Fredly: Spensa Boys Akan Jadi Potensi Besar di Poso)

PenulisKontributor Poso Kompas TV, Mansur
EditorCaroline Damanik
Komentar