Selasa, 28 Maret 2017

Regional

Seberangi Sungai Pat Nusakambangan, Satu Wisatawan Hilang

Minggu, 19 Maret 2017 | 22:05 WIB
arsip basarnas jateng Basarnas Pos SAR Cilacap dengan menumpang RIB (kapal cepat) menyusuri laut Nusakambangan untuk mencari korban hanyut di Sungai Pat Cilacap, Minggu (19/3/2017) sore.

Semarang, KOMPAS.com - Wisata akhir pekan empat sekawan dari Paguyuban Andong Magelang di Sungai Pat Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (19/3/2017), berbuntut petaka.

Prasongko Yudo (29), satu dari empat sekawan tersebut, hanyut di sungai tersebut dan belum ditemukan hingga Minggu malam.

Informasi dari Humas Basarnas Jawa Tengah menyebutkan bahwa korban bersama tiga rekannya, masing-masing Tikno, Andre dan Deni, awalnya menuju ke Sungai Pat melalui jalur darat.

Setelah tiba di lokasi, mereka menyeberangi sungai tersebut tanpa mengenakan pelampung. Saat itulah, korban yang kurang mahir berenang terpisah dari rombongan dan terbawa arus sungai.

Kepala seksi Operasi Basarnas Jateng, Tri Joko Priyono, mengatakan, hingga Minggu petang, pencarian oleh Basarnas dan tim SAR gabungan terhadap korban belum membuahkan hasil.

Basarnas Pos SAR Cilacap menerjunkan RIB (kapal cepat) melakukan penyisiran dari arah laut untuk mengantisipasi korban terhanyut sampai di laut.

"Kami sudah berkordinasi dengan Pos AL dan melakukan penyisiran lewat jalur laut mengunakan RIB. Hingga pukul 18.00 hasilnya nihil," kata Joko seperti dikutip dari rilis Humas Basarnas Jateng.

Joko mengungkapkan, pencarian terhadap korban akan diteruskan pada esok hari. Sementara rencana operasi yang telah disusun besok, regu penyelamat akan dibagi dua kelompok.

"Rencana untuk operasi besok dibagi dua regu melakukan penyisiran lewat darat dan lewat laut," imbuhnya.

Penulis: Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Editor : Caroline Damanik
TAG: