Kamis, 23 Maret 2017

Regional

40 Anak Penyu Lekang Dilepas di Pantai Kuala Cut

Minggu, 19 Maret 2017 | 08:48 WIB
Daspriani Y Zamzami Sebanyak 40 ekor anak penyu (tukik) lekang atau Lepidochelys olivacea dilepas ke laut oleh Komunitas Pencinta Ekosistem Laut di kawasan Pantai Kuala Cut, Lampuuk Aceh Besar. Telur-telur ini menetas setelah melalui proses penetasan selama 50 hari.

ACEH BESAR, KOMPAS.com - Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Ekosistem Laut kembali berhasil menetaskan telur penyu di kawasan garis Pantai Lhoknga-Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar.

Sebanyak empat puluh ekor tukik berhasil menetas dan dikembalikan ke laut. Satu per satu tukik ini dilepas di pantai menuju laut lepas.

Aktivis Komunitas Pencinta Ekosistem Laut, Fakhrizan Mahyiddin, mengatakan bahwa tukik yang dilpeas ini adalah anak penyu lekang atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Lepidochelys olivacea.

"Selain dari induk penyu yang mendarat ke pantai dan menetas, sejumlah telur penyu ini juga dibeli dari para pemburu penyu dan kemudian ditangkar hingga menetas,” kata Fakhrizan, Sabtu (18/3/2017).

(Baca juga: BKSDA Gorontalo Lepas Ratusan Ekor Tukik di Pantai Dunu)

Mereka membeli telur penyu dari para pemburu penyu untuk menyelamatkan penyu dari aksi perburuan telur penyu yang dijual untuk dikonsumsi manusia.

"Kali ini jadwal melepas tukik juga kita sebarkan melalui media sosial dan berharap banyak orang yang menyaksikan, sehingga ini juga bisa menjadi bagian dari sosialisasi penyelamatan penyu dan edukasi bagi masyarakat," kata dia. 

Aksi melepas tukik ini tidak hanya menarik antusiasme warga setempat, tetapi juga menarik perhatian sejumlah wisatawan asing yang sedang menikmati keindahan alam di Pantai Kuala Cut Aceh Besar, atau lokasi yang dipilih untuk melepas tukik.

Para wisatawan asing tersebut mengatakan bahwa pantai-pantai di negaranya tidak pernah didarati penyu untuk menetas.

“Kami tidak sengaja ada di sini, kami sedang menikmati suasana pantai dan kebetulan ada kegiatan melepas tukik dan saya senang sekali bisa mendapat kesempatan melepasnya, ini belum pernah ada di negara saya,” kata Hana, turis asal Estonia.

(Baca juga: Kagama Lepasliarkan 1.000 Tukik di Pantai Ngagelan Banyuwangi)

Hana tidak sendiri. Ia bersama dua rekannya terlihat antusias ikut melepas tukik dan tidak lupa mengabadikan kegiatan tersebut. 

Penulis: Kontributor Banda Aceh, Daspriani Y Zamzami
Editor : Icha Rastika
TAG: