Peresmian Pabrik Semen di Rembang Tunggu Kajian Lingkungan Hidup - Kompas.com

Peresmian Pabrik Semen di Rembang Tunggu Kajian Lingkungan Hidup

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 18/03/2017, 00:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com – Bangunan pabrik semen Indonesia di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah akan diresmikan bulan April mendatang. Peresmian rencananya dilakukan Presiden RI Joko Widodo.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno mengatakan, peresmian pabrik dilakukan setelah menunggu kelengkapan izin operasional. Pabrik juga tengah menanti hasil kajian lingkungan hidup strategis (KLHS).

“Tanggal persis masih belum tahu, tapi saya akan melaporkan kunjungan ke Bapak Presiden, dan kemudian mengusulkan agar pabrik dapat dioperasikan, karena pada dasarnya perizinan sudah hampir selesai semua,” tutur Rini di Rembang, Jumat (17/3/2017).

“Kita menunggu (izin) yang terakhir KLHS, sehingga peresmian tunggu itu dahulu, kita harapkan KLHS di bulan April selesai,” tambahnya.

(Baca juga: Gubernur Jateng Lakukan Diskresi Demi Kelanjutan Pabrik Semen Rembang)

Dalam kunjungan di pabrik semen di Rembang, Rini mengaku senang karena bisa berkomunikasi dengan para kepala desa dan warga yang tinggal di lingkungan pabrik.

Mayoritas warga terdekat mendukung operasional pabrik, dan ada sekitar 5 persen yang belum mendukung.

Terkait mereka yang belum mendukung, Rini berjanji akan terus mencari solusi agar warga yang mendukung dan menolak pabrik tetap mempunyai aktivitas sehari-hari.

“Keberadaan pabrik semen ini memberikan dampak ekonomi yang besar, diharapkan bisa memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar. Kita bukan hanya sebagai Semen Indonesia, kita BUMN juga bersama-sama membuat program yang memberikan kesejahteraan terbaik untuk desa yang ada di sini,” ucapnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Rini mengajak Direktur Utama PT Semen Indonesia Rizkan Chandra, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, dan Direktur Utama Bank Negara Indonesia Achmad Baiquni.

“Ini saya ajak dua dirut, ada Bank Mandiri dan Dirut BNI, saya ajak agar bisa lebih menyalurkan pinjaman, diharapkan masyarakat kesejahteraan meningkat,” tambahnya.

Proses pendirian pabrik semen di Rembang dibangun dengan investasi sebesar Rp 4,9 triliun dengan kapasitas tiga juta ton per tahun. Saat ini, pembangunan pabrik telah mencapai 99,16 persen.

Secara fisik, bangunan pabrik telah siap dioperasikan setelah melalui proses uji coba. Uji coba dilakukan secara terus menerus pasca diterbitkannya izin baru oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Uji coba juga telah mendapat sertifikat perangkat garansi test (PGT). 

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM